Halut

PT NICO ‘Cekik’ Petani Kelapa di Halut, Gegara Turunkan Lagi Harganya

×

PT NICO ‘Cekik’ Petani Kelapa di Halut, Gegara Turunkan Lagi Harganya

Sebarkan artikel ini
petani kelapa resah harga kelapa terus turun

HARIANHALMAHERA.COM– petani kelapa di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) kembali dibuat tertekan oleh perusahan PT Natural Indococonut Organik (NICO). Pasalnya, industry olahan kelapa yang berlokasi di Desa Kupa-Kupa, Kecamatan Tobelo Selatan (Tobsel), itu dikabarkan elah turunkan lagi harga beli buah kelapa dari petani.

Kabarnya, harga beli kepala turun itu sudah berlangsung sejak tanggal 15 Juli 2026 kemarin, dimana harga sebelumnya Rp.2.300 per buah, ternyata kini turun lagi menjadi Rp2.200 per buah. Penurunan harga ini bukan pertama kali, tetapi telah memperpanjang daftar anjloknya harga kelapa dalam beberapa bulan terakhir.

Sebab, berdasarkan penelusuran media ini, sejak Desember 2025 hingga Juli 2026 ini, harga buah kelapa telah mengalami tiga kali penurunan, sehingga mematik amarah dan keluhan-kesah para petani, lantaran ketika harga jual terus dipangkas, biaya operasional di tingkat kebun justru tidak ikut turun.

Beberapa petani Galela pun mengakui bahwa meski harga kelapa meresot, namun upah pemanjat kelapa masih bertahan di kisaran Rp10 ribu per pohon, kemudian biaya pembersihan atau pemangkasan rumput mencapai lebih dari Rp 2 juta per hektare.

“Saat ini pengumpul membeli buah kelapa dari petani 1.700 per buah. Kami juga masih menanggung biaya buruh untuk memuat kelapa ke mobil dan membayar setoran viar,”kata salah satu pengumpul yang enggan publikasikan namanya, Senin (20/7).

Di sisi lain, Pemkab Halut sendiri sempat berupaya membantu petani dengan cara menertibukan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2025 tentang hilirisasi dan industrialisasi produk kelapa. Namun, menurut sejumlah pihak, regulasi tersebut belum mengatur mekanisme harga pembelian di tingkat petani, sehingga kehadiran perda tersebutu dianggap tidak memiliki perlindungan terhadap petani kelapa ketika harga terus mengalami penurunan.

Hingga kini belum diketahui secara pasti alasan PT NICO kembali menurunkan harga pembelian buah kelapa tersebut. Padahal, berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, perusahaan tersebut hampir setiap hari menerima pasokan lebih dari 10 truk (rit) buah kelapa.(cal)