15 TKA Tiongkok di PT IWIP Bebas Korona

0
686
Petugas Kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Ternate memeriksa sejumlah warga Tiongkok yang menginap di hotel Mutiara Inn, Ternate. FOTO ELFA/HARIANHALMAHERA

HARIANHALMAHERA.COM– Edaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut tentang perhentian sementara waktu masuknya warga negara asing (WNA) khususnya dari Tiongkok ke Malut ternyata masih juga dilanggar pihak perusahaan yang memperkerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA).
Salah satunya PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). Ini terungkap dengan keberadaan 15 warga Tiongkok di Muara Hotel Inn. Pihak PT IWIP sendiri menegaskan 15 warga Tiongkok itu merupakan teknisi ahli kapal yang didatangkan dari Nanjing untuk melakukan pengecekan kapal angkut Vessel milik perusahaan.
Manager humas PT. WIP Agnes Megawati menegaskan, ke 15 warga Tiongkok itu berasal dari Nanjing. Kota ini berjarak sekitar 544 kilometer dari Wuhan, pusat virus Corona. Bahkan, 15 warga Tiongkok ini sudah melalui prosedur pengecekan kesehatan yang berlapis-lapos, mulai di Bandara Nanjing, hingga di Bandara Sam Ratulangi, Manado.
Di Ternate, mereka juga akan akan dilakukan screening medical selama beberapa hari sebelum pihak manajemen perusahaan mengizinkan memasuki site. “Semua prosedur sudah di jalani dan hasilnya mereka di ijinkan untuk ke Maluku Utara,” kata Agnes kepada wartawan via WathsApp Minggu (2/2).
Dikatakan, sejak 22 Januari, PT IWIP sudah tidak lagi mendatangkan staff perusahaan berkewarganegaraan Tiongkok sampai waktu yang belum ditentukan.
Bahkan, aktivitas keluar masuk area site (dari luar Malut) baik staf yang berkewarganegaraan tiongkok maupun lokal sudah dibatasi sejak 28 Januari 2020 hingga 10 Februari 2020. “Dan itu bias diperpanjang tergantung dari situasi,” terangnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Ternate Nurbaity Radjabessy Pemantauan hari kedua oleh Dinkes Kota Ternate di Hotel Muara Inn terdapat 15 warga Tiongkok yang akan menuju Weda.
Mereka masing-masing berasal dari Lanjcing, Cangsih, Congcing, Sengyang, Hanan, Cangsu. “Mereka diminta menetap selama 60 hari dari imigrasi untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya.
Pemeriksaan sendiri meliputi fisik yakni THT (Telinga Hidung, Mata), thorax, ekstremitas, suhu tubuh, tekanan darah dan denyut nadi. Dari hasil pemeriksaan tidak ada yang terindikasi virus Corona. “Ada 1 orang dengan suhu tubuh 38 tetapi tidak ada indikasi ke virus Corona,” akuinya (lfa/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here