Polisi Buru Pelaku Pembantaian di Hutan Kali Waci

Dibantu Personil TNI AD dari Koramil Maba dan Kodim 1505 Tidore

0
1100
EVAKUASI: Halim Difa (53) salah satu korban selamat dari pembantaian di hutan Kali Waci, Haltim, saat ditolong warga, Sabtu (30/3). (foto: hasrul/harianhalmahera)

HARIANHALMAHERA.COM— Peristiwa tragis pembantaian di hutan Kali Waci, Kabupaten Haltim, yang menewaskan tiga orang warga Desa Waci, diseriusi Polres Haltim. Tim gabungan diterjunkan untuk memburu pelaku.

Diketahui, Polres telah menerjunkan satu SST (Satuan Setingkat Peleton) atau sekira 30 personil untuk melakukan penyisiran di hutan Kali Waci. Bahkan, dalam memburu para pelaku yang diduga berasal dari kelompok suku terasing, Polres di-backup Polda Maluku dan TNI AD, yakni Koramil Maba dan Kodim 1505 Tidore.

“Kami telah membentuk tim investigasi dalam rangka penyelidikan dan penyidikan terkait kasus ini,” terang Kapolres Haltim AKBP Driyano Andri Ibrahim kemarin.

Terpisah, Kapolda Malut Brigjen Pol Suroto melalui Kabid Humas AKBP Hendry Badar menambahkan, tim investigasi yang dibentuk itu di dalamnya ada backup personil dari Polda.

“Kasusnya memang ditangani Polres Haltim, tapi Polda tetap turut mem-backup untuk pengungkapan pelakunya,” terang Hendry, Senin (1/4).

Meski masih dalam penyelidikan, Hendry menduga motif dibalik penyerangan pada Jumat (29/3) sore itu karena merasa terusik dengan aktivitas kelima warga yang melakukan perburuan di wilayah hutan yang dikuasai warga suku terasing ini.

“Motif sementara diduga karena terusik,” singktanya.

Sebagaimana diketahui, dari empat kasus penyerangan warga Desa Waci yang terjadi sebelumnya, dua kasus di antaranya gagal terungkap pelakunya. Seperti pada insiden penyerangan yang menewaskan pasangan suami isteri di 2013 silam. Sampai sekarang belum ditemukan pelakunya. Padahal, saat itu Polisi dibantu TNI pun telah menyisir hutan Kali Waci untuk mencari pelaku. Namun, tidak berbuah hasil.

Sementara pada kasus penyerangan yang menewaskan anak dan ayah pada 2014 silam, polres Haltim berhasil menangkap Bakum (40) dan Nuhu (39). Keduanya adalah warga suku terasing yang diduga kuat sebagai pelaku. Meski peristiwa penangkapan keduanya sempat menuai pro dan kontra.

Sebagaimana diberitakan, Pada Jumat (29/3), lima warga kembali menjadi korban penyerangan sejumlah orang tk dinekal (OTK). Persitiwa yang terjadi sekira pukul 18.00 itu menewaskan tiga warga, masing-masing Yusuf Halim (34), Karim Abdurrahman (56) dan Habibu Salatun(62). Ketiganya tewas setelah dihujam anak panah.

Sedangkan Halim Difa (56), meski selamat, namun kondisinya kritis lantaran mengalami luka berat di bagian paha kanan. Semenatara satu-satunya warga yang lolos karena berhasil menyelamatkan diri dari penyerangan adalah Harun Muharram (36).

Menurut kesaksian Halim yang ditemui Harian Halmahera akhir pekan kemarin di rumahnya, mereka berangkat Selasa (26/3). Sementra penyerangan itu terjadi saat mereka hendak kembali ke kampung usai berburu rusa di hutan Kali Waci.(rul/lfa/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here