Halut

Faktor Kelelahan, NHM Siapkan Rotasi Pekerja

×

Faktor Kelelahan, NHM Siapkan Rotasi Pekerja

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Pemeriksaan suhu tubuh dengan thermal scanner bagi karyawan dan mitra kerja sebelum masuk ke area pertambangan. (foto: PT NHM for Harian Halmahera)

HARIANHALMAHERA.COM— Pandemi virus corona (covid-19) menuntut perusahaan pertambangan di seluruh Indonesia mengikuti SOP pencegahan covid-19. PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) pun sejak 27 Maret 2020 melakukan isolasi penuh.

Terhitung sudah 11 hari isolasi penuh di kawasan site Gosowong. Artinya, seluruh pekerja yang ada dalam site tidak bisa keluar. Begitu juga yang sedang cuti, tidak masuk ke dalam site. Hanya saja, isolasi ini ternyata cukup berpengaruh pada kondisi pekerja.

“Biasanya kan ada shift. Nah, sejak isolasi, beban pekerjaan bagi para pekerja yang berada di site lebih besar. Belum lagi faktor psikologis. Manajemen khawatir, kebijakan isolasi memberikan masalah baru bagi karyawan,” kata Manajer Komunikasi PT NHM Ramdani Sirait.

Manajemen kata Ramdani, sangat peduli akan kondisi   kesehatan dan keselamatan karyawan/kontraktor, termasuk   faktor kelelahan yang diperpanjang bekerja di site. Karena itu, rotasi atau pergantian karyawan harus dilakukan. “Pengaturan rotasi karyawan, tentunya tetap   memperhatikan SOP dan kaidah pencegahan masuknya Covid-19 ke site,” terangnya.

Dijelaskan, rotasi karyawan ini sudah dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Malut dan Kabupaten Halut. Pekerja di luar site (cuti)  yang akan menggantikan pekerja di tambang, sejak 6 April sudah didata dan dipantau kondisi kesehatannya oleh satuan inspeksi lapangan dari departemen Social Performance (SP).

Selain itu, lanjut Ramdani, mereka juga diwajibkan mengisi kuisioner screening. Pekerja yang lolos masih harus menjalani masa istirahat selama dua minggu. Perusahaan sudah menyiapkan dua lokasi transit (karantina). Di Ternate disiapkan Hotel Boulevard, sementara di Halut disiapkan Marahai Park Hotel.

“Selama masa karantina itu, karyawan maupun kontraktor   dilarang untuk keluar lokasi transit.  Sudah ada petugas pengawas yang   ditunjuk oleh manajemen, serta  didampingi tim medis dari ISOS. Mereka yang akan   mengawasi semua karyawan dan kontraktor saat berada di lokasi transit,” terangnya.

Sistem ini diberlakukan, menurut Ramdani, untuk memastikan agar semua karyawan dan mitra kerja yang akan kembali bekerja di kawasan tambang Gosowong adalah mereka yang sudah dinyatakan fit dan bebas  dari  virus Covid-19. Itupun dibuktikan oleh keterangan dari tim medis PT NHM dengan koordinasi bersama RS rujukan pemerintah.

Disinggung isu para pekerja dari luar ini merupakan pekerja baru, Ramdani langsung menampik. “Itu tidak benar. Mereka karyawan NHM yang dalam masa cuti. Mereka akan menggantikan pekerja yang ada di dalam tambang. Karena mengikuti SOP penanganan covid-19, makanya mereka harus iktu karantina dua pekan,” pungkasnya.(fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *