Soal Tumpukan Stok Migor, Ini Penjelasan Alfamidi

Arif: Sejak 2021, Pasokan Migor dari Supplier Ke Alfamidi Terkendala

0
200
Suasana ramai saat peresmian salah satu gerai Alfamidi yang ada di Kota Tobelo, Halmahera Utara beberapa waktu lalu

HARIANHALMAHERA.COM– manajemen Alfamidi akhirnya angkat suara terkait tumpukan stok minyak goreng (Migor) di salah satu gudang mereka di Tobelo. Pihaknya pun menegaskan bahwa Migor tersebut bukan upaya penimbunan.

Arif L. Nursandi, Corporate Communication Manager Alfamidi, mengatakan, PT Midi Utama Indonesia Tbk. Merupakan perusahaan yang mengelola jaringan ritel Alfamidi. Sebagai toko ritel moderen. Alfamidi memasarkan ribuan item produk di setiap gerainya tak terkecuali sembako khususnya minyak goreng.

Semua barang yang ada di gerai-gerai Alfamidi menurutnya, telah tercatat di suatu sistem toko sehingga personil toko tidak dapat melakukan order ke gudang secara manual. Ambil contoh minyak goreng. Sistem toko akan secara otomatis akan memesan ke gudang (Distribution Center) ketika stok Migor di toko habispun dengan gudang yang akan otomatis melakukan pemesanan kepada supplier.

Kemudian lanjutnya, supplier akan mengirimkan barang sesuai dengan pesanan. Ketika barang supplier datang ke gudang Alfamidi, selanjutnya gudang akan mendistribusikan ke seluruh jaringan gerai Alfamidi sesuai dengan coveragenya.

“Kapasitas penyimpanan di dalam gudang sangat terbatas sehingga sebisa mungkin barang harus segera didistribusikan ke gerai-gerai Alfamidi. Jika tidak, maka gudang akan over load dan kacau. Semua ini sudah tersistem mulai dari toko,” terangnya, jumat (11/3)

Arif menegaskan bahwa tidak mungkin Alfamidi menimbun suatu barang di gudang tanpa didistribusikan ke sejumlah toko yang ada di Halut.

“Kami justru rugi jika misalnya ada barang datang ke toko lalu tidak dipajang di rak untuk dijual. Semua barang yang dikirim ke toko seoptimal mungkin harus terjual,” tegasnya.

Menanggapi kelangkaan migor saat ini, Arif menjelaskan bahwa sejak Oktober 2021 lalu, pasokan migor dari supplier ke Alfamidi maupun toko-toko ritel lain terkendala.

“Saat ini ibarat kata kami pesan ke supplier 1.000 karton misalnya, namun hanya terpenuhi 20-30 persen saja dan ini harus didistribusikan merata ke semua toko. Jika dalam kondisi normal misalnya toko mendapat alokasi 10 karton, saat ini satu karton pun itu sudah bagus,”ungkap Arif.

Arif berharap, kondisi seperti itu segera normal kembali sehingga masyarakat tidak perlu lagi berdesak-desakan hanya untuk membeli migor.

“Harapan kami semoga kondisi ini terus membaik, suplai migor bisa kembali normal,”pungkasnya.(cw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here