HARIANHALMAHERA.COM– setelah menempuh perjalanan penuh risiko, akhirnya Sabtu (9/5) sore tadi, Tim SAR gabungan berhasil evakuasi jasad AKP alias Engel ke dataran. Setiba di permukiman, yakni Desa Mamuya, Kecamatan Galela, jasad salah satu pendaki yang meninggal akibat erupsi vulkanik di puncak gunung api Dukono, Halmahera Utara (Halut), itu ikut disambut sejumlah pejabat tinggi instansi vertical.
Peristiwa duka di puncak Dukono tersebut rupanya menyita perhatian public, sampai-sampai Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, pun turut hadir dalam prosesi evakuasi jenazah Engel menuju pos pemantau gunung Dukono di Desa Mamuya.
Pangdam XIX/Pattimura, Mayken TNI. Dody, pun menuturkan bahwa operasi pencarian dan evakuasi tidak berjalan mulus akibat kondisi alam yang sangat berbahaya, ditambah medan berat, letupan dan hujan abu vulkanik terus mengancam keselamatan tim di lapangan.
“Dari berbagai informasi yang kami terima, proses evakuasi memang tidak berjalan mulus. Karena itu, pada pencarian hari ketiga besok kami akan menambah personel untuk mencari dua korban lainnya yang belum ditemukan,”katanya, dalam konferensi pers.
Perjalanan menuju lokasi pencarian sendiri lanjutnya, telah membutuhkan waktu sekitar 8 hingga 10 jam, karena kondisi jalur yang sulit dan cuaca yang tidak menentu. “Besok kami akan menyusun strategi baru agar dua korban yang titiknya sudah diketahui bisa dievakuasi sekaligus,”ujarnya.
Operasi evakuasi ini menurutnya, memang memiliki risiko sangat besar, karena aktivitas vulkanik gunung Dukono masih berlangsung hingga saat ini, namun Tim SAR gabungan tetap berusaha agar korban dapat dievakuasi. “Kami yang tergabung dalam Tim SAR gabungan, baik TNI, Polri, Pemda maupun Basarnas, bertanggung jawab penuh atas proses evakuasi yang sedang dilaksanakan,”tegasnya.
Sementara itu, Bupati Halut, Piet Hein Babua, menambahkan bahwa Pemda Halut akan menyiapkan seluruh kebutuhan logistik untuk mendukung operasi pencarian dan evakuasi korban, terutama tujuh warga negara Singapura yang selamat telah difasilitasi Pemda Halut menuju Kota Ternate sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta.
“Seluruh korban selamat sebelumnya telah mendapat perawatan medis di RSUD Tobelo. Dari hasil pemeriksaan, mereka hanya mengalami luka ringan dan diperbolehkan menjalani rawat jalan,”ungkapnya.
Peristiwa nahas ini lanjut Bupati Piet, tentu Pemda Halut telah melakukan investigasi terhadap rombongan pendaki asal Singapura tersebut, dimana hasil sementara menunjukkan para pendaki masuk ke wilayah Halut tanpa melapor ke Pemda maupun pihak Imigrasi Tobelo dan langsung ke puncak hanya didampingi pemandu lokal.
Bupati Piet pun menegaskan bahwa sebelum insiden tersebut, Pemda Halut telah mengeluarkan surat larangan pendakian gunung Dukono sejak 17 April 2025, yang dalam surat tersebut menutup sementara aktivitas pendakian dan melarang masyarakat beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah gunung.
Kepala Basarnas Maluku Utara, Iwan Ramdani, mengatakan bahwa pencarian korban erupsi Dukono ini merupakan hari kedua dan tentu akan dilanjutkan lagi sebagaimana ketentuan yang berlaku. “Alhamdulillah, pada pencarian hari kedua Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban, sementara dua korban lain akan dilanjutkan evakuasi, mengingat titik keberadaan dua korban lainnya sebenarnya telah diketahui,”pungkasnya.
Dalam operasi pencarian tersebut, Tim SAR gabungan turut dibantu masyarakat setempat. Warga yang pertama kali menemukan jenazah Engel diketahui bernama Kiril Tatambani dan Rustamani.
Menurut keduanya, saat ditemukan tubuh korban sebagian besar sudah tertimbun abu vulkanik. Hanya sebagian kecil bagian belakang tubuh korban yang masih terlihat di permukaan.(cal)












