Saksi Pengeroyokan Mengaku Ditekan Penyidik

0
451
ILUSTRASI proses hukum.

HARIANHALMAHERA.COM— Sidang kasus pengeroyokan terhadap Valdo Nandi hingga tewas dengan terdakwa masing-masing MTE, MZ dan JD, kemarin (28/5) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tobelo.

Namun, sidang dengan agenda pemeriksaan saksi mendadak dihentikan hakim tunggal, Daimon D. Siahaya. Pasalnya, saksi menyangkal keterangan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) penyidik Polres Halut.

Dihadapan hakim, saksi M Zidan yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU), mengaku bahwa dirinya tidak melihat secara jelas korban dipukuli atau dilempar menggunakan batu oleh ketiga terdakwa. Menurutnya saat itu suasananya gelap gulita.

“Memang benar, terdakwa termasuk saya ada di lokasi perkelahian, tetapi saya tidak melihat korban dikeroyok ketiga terdakwa,” katanya.

Keterangan saksi ternyata disebut JPU Zubaida, berbeda dengan di BAP. Dimana, dalam BAP menyebutkan saksi melihat terdakwa dipukuli korban termasuk dirinya ikut terlibat.

“Mana yang benar, keterangan dalam persidangan atau di BAP,” tanya JPU.

Zidan pun menyatakan, keterangan dia yang sebenarnya dalam persidangan. Sementara penjelasan di BAP hanya dikarang oleh dirinya. Hal itu dia lakukan lantaran mendapat tekanan dari penyidik saat menjalani pemeriksaan.

“Saya terpaksa berbohong, karena ditekan,” akuinya.

Mendengar pengakuan saksi, hakim Daimon berang. Karena belum yakin dengan pengakuannya, dia langsung menunda sidang yang baru berjalan beberapa menit itu. Daimon meminta JPU untuk dapat menghadirkan penyidik dalam persidangan berikutnya.

“Kalau benar keterangan kamu seperti itu maka saya minta jaksa hadirkan pihak penyidik,” tandanya seraya mengatakan, sidang akan digelar kembali pada 11 Juni 2019 mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi dari penyidik Polres Halut.

Sekedar diketahui, kasus pengeroyokan terhadap Valdo terjadi pada Maret 2019 di Desa Gura Kecamatan Tobelo. Korban saat itu bersama lima rekannya mendatangi Zidan dan rekannya yang tengah dongkong di depan RS Bethesda.

Korban kemudian menanyakan pada saksi dan rekannya anak mana. Belum dijawab, dia bersama rekannya memukul salah satu rekan saksi.

Tak terima, saksi lalu memberitahukan ke saudaranya dan mereka pun kembali ke tempat semula, ternyata belum sampai di TKP sudah terjadi baku lempar. Korban sendiri dikabarkan sempat terjatuh di dalam saluran air hingga akhirnya tewas diduga kena leparan batu secara beruntun.(dit/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here