Ingat! Imunisasi Penting Bagi Kekebalan Tubuh

0
455
ILUSTRASI imunisasi pada balita. (foto: parenting.co.id)

HARIANHALMAHERA.COM– Pemerintah terus menggalakkan program imunisasi. Tidak hanya pada balita, tapi juga bagi orang dewasa. Imuniasi dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap sejumlah penyakit berbahaya yang mengancam nyawa.

Cara kerjanya, setiap suntikan memberikan kekebalan tubuh spesifik. Namun, imunisasi tak bisa berdiri sendiri. Manfaatnya kian terasa jika dilengkapi dengan nutrisi yang tak kalah penting.

“Jika nutrisi kurang, kekebalan tubuh tidak akan optimal,” ujar ahli kesehatan anak, Profesor Soedjatmiko, dalam konferensi pers Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama Nestle di Aston Kuningan, Jakarta, Senin (22/4), mengutip CNNIndonesia.com.

Dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia yang diperingati pada 24-30 April 2019, Soedjatmiko mengajak orang tua untuk semakin sadar akan pentingnya imunisasi lengkap dan kecukupan nutrisi bagi anak. Imunisasi dan nutrisi bak dua dua insan yang saling melengkapi. Kekurangan nutrisi akan sangat berpengaruh pada lemahnya sistem imun.

Sebuah studi berjudul “Immune Dysfunction as a Cause and Consequence of Malnutrition” pada 2016 lalu menyebut bahwa gangguan imun merupakan penyebab utama sekaligus konsekuensi dari malnutrisi.

“Ulasan kami menunjukkan bahwa gangguan imun tidak hanya merupakan konsekuensi dari diet yang tidak memadai, tapi juga berkontribusi langsung terhadap kematian dan morbiditas yang terkait dengan kekurangan gizi,” tulis peneliti dalam jurnal Trends of Immunology.

Ditambahkan anggota Unit Kerja Koordinasi Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, dr Yoga Devaera, intervensi nutrisi dapat menyelamatkan kehidupan anak. Dia menemukan 45 persen kematian balita disebabkan oleh status gizi buruk.

Pada periode 0-6 bulan, kata Yoga, anak harus memperoleh asupan gizi melalui air susu ibu (ASI). Pemberian ASI, lanjutnya, bisa dilanjutkan hingga usia 1-2 tahun.

“Perlu diingat, makronutrisi ini kuncinya jumlah besar dan menjadi sumber energi. Ada karbohidrat, protein, dan lemak. Makronutrisi inilah yang berhubungan dengan berat badan. Mau menaikkan berat badan, ya, yang dimodifikasi makronutrisinya,” jelas Yoga.(cnn/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here