Kesehatan

Inilah Antibiotik Alami yang Mudah Ditemukan

×

Inilah Antibiotik Alami yang Mudah Ditemukan

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI bawang putih, jahe, dan madu. (foto: grid.id)

HARIANHALMAHERA.COM– SUMBER penyakit di zaman modern ini terus berkembang. Mulai akibat serangan virus maupun bakteri yang bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Banyak orang yang sering memilih obat modern sebagai antibiotik. Padahal di Indonesia, banyak sekali antibiotik alami yang mudah ditemukan. Antibiotik alami ini sudah menjadi obat bagi masyarakat Indonesia sejak zaman dulu.

Ekstrak nabati dan sumber makanan tertentu diketahui memiliki sifat antibiotik. Sebut saja ekstrak cranberry. Kandungan antibakteri dan antioksidan membuatnya dianggap sebagai obat rumahan yang ampuh mengatasi infeksi saluran kemih.

Melansir CNNIndonesia.com, penelitian kecil terhadap sederet tanaman herbal di China juga menemukan hal yang sama. Studi pada tahun 2014 menemukan, tanaman herbal sama efektifnya dengan antibiotik kimia dalam menghambat pertumbuhan bakteri.

Seperti madu. Dulunya, masyarakat Mesir Kuno menggunakan madu sebagai antibiotik alami sekaligus pelindung kulit. Mengutip situs kesehatan Healthline, hidrogen peroksida yang ada di dalamnya diketahui memiliki sifat antibakteri.

Oleskan madu ke dalam lokasi luka atau daerah yang terinfeksi. Selain itu, juga bisa menggunakan madu untuk pengobatan infeksi internal. Konsumsi satu sendok makan madu atau campurkan madu ke dalam secangkir teh herbal untuk efek menenangkan. Namun, perlu dicatat, bayi berumur di bawah satu tahun tak disarankan untuk mengonsumsi madu.

Bawang putih bahkan telah lama dianggap memiliki sifat antimikroba. Sebuah studi pada 2011 menemukan, konsentrat bawang putih efektif melawan bakteri. Meski aman untuk dikonsumsi, tapi dosis besar bawang putih dapat menyebabkan pendarahan internal. Dua siung per hari dianggap sebagai dosis ideal. Pastikan untuk mengikuti petunjuk dosis yang disediakan.

Kemudian jahe. Para ilmuwan telah meyakini jahe sebagai antibiotik alami. Menukil Medical News Today, sejumlah penelitian telah menunjukkan kemampuan jahe untuk melawan banyak jenis bakteri. Para peneliti juga menemukan kekuatan jahe untuk memerangi mabuk laut dan mual, serta menurunkan kadar gula darah.

Antibiotik alami lainnya adalah cengkeh. Secara tradisional, cengkeh telah digunakan untuk mengobati gangguan pada gigi. Penelitian menemukan, ekstrak cengkeh efektif terhadap berbagai jenis bakteri, termasuk E.coli.

Meski menyandang status ‘natural’, bukan berarti antibiotik alami sepenuhnya aman diterapkan. Perlu diingat bahwa jumlah konsentrat yang ada di dalamnya sangat bervariasi. Konsultasi medis diperlukan untuk memastikan keamanan.(cnn/fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *