Jahe Bisa Atasi Mabuk Perjalanan Jauh?

0
578
MABUK atau mual dalam perjalanan pasti mengganggu kenyamanan berkendara. Ini pula yang membuat banyak orang malas bepergian jauh. Namun, kabarnya rempah tradisional seperti jahe bisa menjadi solusinya, benarkah?. Diketahui, jahe sudah menjadi rempah khas yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Tumbuhan tropis dengan nama latin Zingiber officinale ini memang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Di antaranya karena sifat anti-radang dan anti-inflamasi sehingga sudah lama dipercaya sebagai pengobatan. Melansir jawapos.com, tak hanya di Indonesia, jahe sebagai obat juga digunakan di negara Asia lainnya bahkan di sejumlah belahan dunia. Termasuk mengandalkan jahe kering untuk menenangkan sakit perut, diare, dan mual. Sehingga ada masyarakat yang percaya kalau jahe dapat menenangkan perut yang asam saat mabuk perjalanan. “Tidak ada bukti klinisnya. Sebaiknya minum obat saja kalau memang sering mabuk kendaraan,” tegas Ahli Endoskopi Gastrointenstinal yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB. Sementara itu, dilansir dari The Guardian, jumat (31/5), obat bebas yang mengandung hyoscine bisa efektif mengatasi mabuk perjalanan seperti halnya antihistamin, tetapi efek sampingnya dapat menyebabkan kantuk. Maka tak direkomendasikan bagi pengemudi. Minum sekitar dua jam sebelum bepergian. “Beberapa orang merekomendasikan jahe, tetapi itu memang hal itu menunjukkan bukti yang lemah jika jahe efektif untuk mabuk perjalanan,” tegas Pakar Kesehatan dari Guy’s and St Thomas’ NHS Louisa Murdin.(jpc/fir)

HARIANHALMAHERA– Mabuk atau mual dalam perjalanan pasti mengganggu kenyamanan berkendara. Ini pula yang membuat banyak orang malas bepergian jauh. Namun, kabarnya rempah tradisional seperti jahe bisa menjadi solusinya, benarkah?.

Diketahui, jahe sudah menjadi rempah khas yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Tumbuhan tropis dengan nama latin Zingiber officinale ini memang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Di antaranya karena sifat anti-radang dan anti-inflamasi sehingga sudah lama dipercaya sebagai pengobatan.

Melansir jawapos.com, tak hanya di Indonesia, jahe sebagai obat juga digunakan di negara Asia lainnya bahkan di sejumlah belahan dunia. Termasuk mengandalkan jahe kering untuk menenangkan sakit perut, diare, dan mual. Sehingga ada masyarakat yang percaya kalau jahe dapat menenangkan perut yang asam saat mabuk perjalanan.

“Tidak ada bukti klinisnya. Sebaiknya minum obat saja kalau memang sering mabuk kendaraan,” tegas Ahli Endoskopi Gastrointenstinal yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB.

Sementara itu, dilansir dari The Guardian, jumat (31/5), obat bebas yang mengandung hyoscine bisa efektif mengatasi mabuk perjalanan seperti halnya antihistamin, tetapi efek sampingnya dapat menyebabkan kantuk. Maka tak direkomendasikan bagi pengemudi. Minum sekitar dua jam sebelum bepergian.

“Beberapa orang merekomendasikan jahe, tetapi itu memang hal itu menunjukkan bukti yang lemah jika jahe efektif untuk mabuk perjalanan,” tegas Pakar Kesehatan dari Guy’s and St Thomas’ NHS Louisa Murdin.(jpc/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here