Makanan yang Dibakar Sebabkan Kanker?

0
453
ILUSTRASI makanan yang dibakar. (foto: theasianparent.com)

HARIANHALMAHERA.COM– Banyak orang menyebut makanan yang dibakar di atas bara api bisa memicu kanker. Padahal makanan ini enak. Benarkah demikian?

Menurut ahli gizi DR. Inge Permadhi, SpGK, makanan yang dibakar secara alami membentuk senyawa karsinogenik. Senyawa ini dianggap sebagai salah satu penyebab timbulnya sel kanker.

“Membakar makanan seperti daging, ayam atau ikan dengan suhu tinggi dapat menyebabkan perubahan zat gizi makanan. Senyawa karsinogenik ini muncul setelah kandungan protein dalam bahan makanan bereaksi dan berubah setelah terkena panas berlebih,” kata Dr. Inge mengutip detikFood.

Lebih lanjut, dokter di MRCCC Siloam Hospital, Jakarta ini menjelaskan senyawa karsinogenik yang sifatnya racun ini terbentuk ketika suhu pembakaran mencapai 100 derajat Celsius dan semakin berbahaya saat suhu mencapai 300 derajat Celsius. Karsinogenik inilah yang berpotensi meningkatkan risiko kanker.

Jika tubuh dibiarkan mengasup karsinogenik secara terus menerus maka bisa saja berkembang dan memicu timbulnya kanker. “Jangka waktunya sangat lama ya bisa tahunan atau puluhan tahun,” lanjut Dr. Inge.

Kendati demikian, bukan berarti makanan yang dibakar merupakan satu-satunya penyebab kanker. Wanita lulusan Doktor Ilmu Gizi Klinik Universitas Indonesia ini menyarankan untuk tetap mengonsumsi makanan yang dibakar namun membatasi porsinya. “Semua yang berlebihan itu tidak boleh, kalau tidak berlebihan ya masih diperbolehkan,” katanya.

Selain itu perhatikan juga teknik pengolahannya, karena proses pemasakan memberikan dampak yang sangat besar. Salah satu cara yang harus dilakukan adalah memarinasi daging atau ayam sebelum membakarnya.

Proses marinasi dengan bahan yang asam mampu menurunkan kadar pembentukan karsinogenik. Selain itu dianjurkan untuk tidak membakar makanan terlalu lama, caranya dengan memotong daging menjadi bagian yang lebih kecil agar bisa matang dengan cepat.

Jangan lupa juga selalu memastikan alat panggang dalam keadaan bersih sebelum maupun setelah digunakan. Hal ini bisa membantu mengurangi risiko menempelnya residu karsinogenik pada makanan yang dipanggang.(dtf/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here