Waspada Gangguan Kesehatan Psikosomatik di 2020

0
45
ILUSTRASI gangguan psikosomatik yang bisa menjadi pemicu penyakit tidak menular. (foto: alinea.id)

HARIANHALMAHERA.COM–PENYAKIT tidak menular (PTM) makin menjadi penyakit yang menakutkan selama beberapa tahun terakhir. Jumlah penderitanya tiap tahun mengalami peningkatan. Ini pula yang ditunjukkan laporan Riset Kesehatan Dasar 2018. Laporan menyebut PTM seperti hipertensi, stroke, kanker dan diabetes mengalami peningkatan dibandingkan laporan Riskesdas 2013.

Melansir CNNIndonesia.com, dokter spesialis penyakit dalam Sukamto mengatakan PTM alias penyakit degeneratif masih bakal jadi ‘tren’ di 2020. Pasalnya penyakit-penyakit ini lebih berhubungan ke gaya hidup tak sehat. Mengubah kebiasaan terlebih gaya hidup bukan hal yang mudah.

Selain itu, dokter yang sehari-hari praktik di RS Universitas Indonesia ini berkata orang patut berhati-hati dengan gangguan psikosomatik. Gangguan psikosomatik ialah kondisi ketika pikiran mempengaruhi fisik kemudian memicu keluhan kesehatan secara fisik.

“Gangguan fisik timbul malah karena rasa takut, karena dia pernah dengar, baca kalau penyakit jantung gejalanya seperti ini, ini, ini. Setelah diperiksa, ternyata dia menderita gangguan kecemasan,” kata Sukamto saat ditemui di RS Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Stres, cemas rupanya bisa turut mempengaruhi kondisi fisik seseorang. Buat kaum pekerja, stres tampaknya bukan barang baru lagi. Tak cuma mereka yang hidup di kota metropolitan yang padat dan sarat akan kemacetan, stres hingga gangguan kesehatan mental bisa dialami siapapun.

Mengutip dari Riskesdas 2018, jumlah kasus penyakit mental ada sebanyak 7 persen. Jika dibandingkan dengan data lima tahun sebelumnya, ada peningkatan sebesar 5,3 persen.

Dia menambahkan sebenarnya para tenaga kesehatan termasuk dokter perlu mendapatkan bekal mengenai gangguan psikosomatik. Sukamto mengingatkan perlu disadari bahwa akses obat penenang atau obat-obatan untuk gangguan psikosomatik masih terbatas pada fasilitas kesehatan besar termasuk rumah sakit kelas B. Puskesmas masih belum semua ada atau lengkap.

Di samping itu, kesehatan anak untuk tahun ke depan masih perlu diperhatikan. Tak cuma orang dewasa, anak pun musti waspada akan PTM. Nina Dwi Putri, dokter spesialis anak berkata kasus PTM pada anak mulai naik. “Sama seperti orang dewasa, ini soal healthy lifestyle,” kata Nina dalam kesempatan serupa.

Dia menambahkan di satu sisi akses dan fasilitas kesehatan mulai membaik, tetapi di sisi lain penyakit makin merebak dan beragam. Namun Nina mensinyalir, kemampuan deteksi penyakit di Indonesia meningkat sehingga makin banyak penyakit yang terdeteksi dan terlapor.

“Kemampuan Indonesia untuk deteksi meningkat sehingga (jumlah kasus) naik. Pelayanan kesehatan makin bagus, penyakit makin banyak,” imbuhnya.(cnn/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here