Gubernur Malut Harus Segera Bentuk Satgas Waspada Corona

0
958
infografis corona

HARIANHALMAHERA.COM- Terdeteksinya dua warga Indonesia yang positif virus Corona, membuat sejumlah daerah mulai siaga. Provinsi Jawa Barat misalnya, Gubernur Ridwan Kamil langsung menyatakan status siaga satu.

Demikian juga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan langsung mengeluarkan instruksi untuk membuka sejumlah posko pengawasan.

Baca Juga: Virus Corona Terdeteksi di Indonesia, Dua Warga Depok Dinyatakan Positif

“Kedua daerah itu bisa menjadi rujukan bagi Pemprov Malut. Gubernur harus segera menginstruksikan Disnakertrans dan Dinkes untuk mengawasi secara cermat kondisi TKA yang banyak berasal dari negara-negara terdampak,” saran politisi Partai Golkar, Saiful Bahri Ruray.

Mantan anggota DPR RI ini menyebut, sudah saatnya Bandara Babullah dan semua pelabuhan laut yang menjadi pintu masuk, harus punya thermal scanner suhu badan, terutama untuk warga asing.

“WHO saja telah menyatakan waspada atas bahaya Corona yang melampaui terorisme, karena hari ini telah 66 negara yang terpapar virus corona di seluruh dunia. Indonesia menjadi negara yang ke 66,” terang Saiful.

Dia juga menyebut, saat ini sejumlah negara melakukan locked up kota-kota besarnya dan melakukan shut down pada fasilitas-fasilitas umum.

Saiful pun mengusulkan, mungkin kawasan tambang yang mempekerjakan TKA asal negara-negara terpapar dan sumber virus di-shut down atau locked up sementara.

“Ini untuk keselamatan rakyat banyak. Apalagi Malut tidak punya fasilitas perawatan medis canggih untuk penyakit infeksi dengan penyebaran cepat dan risiko kematian masif seperti corona ini.

“Lebih baik mencegah daripada terlambat karena menunggu kejadian. Pemda harus segera bersikap tanggap atas musibah global ini,” sambungnya.

Paling tepat jika Gubernur Malut segera menerbitkan instruksi dan segera membentuk satuan tugas waspada Corona.

“Tidak bisa duduk diam dan pasif,” tegasnya.

Dijelaskan, Satgas waspada Corona tentu bisa melakukan perencanaan dan tindakan darurat. Seperti kesiapan rumah sakit rujukan dan ruang-ruang isolasi perawatan, ketersediaan logistik obat-obaan, aparat medis baik sipil dan militer, dan pengawasan semua pintu masuk.

Pemerintah, lanjut Saiful, harus melakukan pengecekan kesehatan rutin bagi seluruh TKA pada kawasan pertambangan. Pemerintah juga harus aktif memberikan penyuluhan tentang pencegahan virus corona di wilayah-wilayah yang dianggap rawan terpapar.

“Penyiapan infrastruktur terkait lainnya juga penting. Apalagi kondisi Malut sebagai daerah kepulauan yang menyebar, memerlukan ambulance laut yang siap setiap saat untuk kebutuhan contigensi dan emergensi,” pungkasnya.(fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here