IDI Malut Imbau Warga Tidak Panik

0
94
dr Alwia Assegaf (foto: RRI)

HARIANHALMAHERA.COM–Berbeda dengan Dinkes Malut, pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malut justeru dengan cepat merespon maraknya kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal Progresif ini.

Ketua IDI Malut, dr Alwia Assagaf mengatakan, sudah menindaklanjuti pemberitahuan IDI Pusat melalui Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terkait Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal ke seluruh Pengurus Cabang IDI di Kabupaten/Kota di Malut,

“Ada 9 cabang IDI tingkat Kabupaten Kota, yakni Ternate, Tidore, Halsel, Halteng, Haltim, Halut, Sanana, Pulau Morotai, kecuali Taliabu yang dokter-dokter nya bergabung ke Cabang Kepulauan Sula,” ujarnya, Jumat(21/10) kemarin.

Surat dari IDI itu berisikan sejumlah poin diantaranya mengimbau agar bagi Tenaga Kesehatan dan RS menghentikan sementara peresepan obat sirup yang diduga terkontaminasi etilen glikol atau etilen glikol sesuai hasil investigasi Kemenks dan BPOM.

Kedua, bila memerlukan obat sirup khusus, misalnya obat anti epilepsi, atau lainnya yang tidak dapat diganti sediaan lain, maka nakes dan RS diminta konsultasikan dengan dokter spesialis anak atau konsultan anak.

Jika diperlukan, Nakes dapat membuat resep obat pengganti yang tidak terdapat dalam daftar dugaan obat terkontaminasi atau dengan jenis sediaan lain seperti suppositoria atau dapat mengganti dengan obat puyer dalam bentuk monoterapi.

“Peresepan obat puyer kemoterapi hanya boleh dilakukan oleh dokter dengan memperhatikan dosis berdasarkan berat badan, kebersihan pembuatan, dan tata cara pemberian,” tulis dalam surat tersebut.

Kemudian nakes dihimbau untuk melakukan pemantauan secara ketat terhadap tanda awal ginjak akut baik di rawat inap maupun di rawat jalan.

Bahkan Rumah sakit diminta meningkatkan kewaspadaan deteksi dini dan secara kolaboratif mempersiapkan penanganan kasus gagal ginjal alut ini

“Bagi masyarakat untuk sementara waktu tidak membeli obat bebas tanpa rekomendasi tenaga kesehatan sampai didapatkan hasil investigasi menyeluruh oleh Kementerian Kesehatan dan BPOM,” tulis surat IDI ini.

Masyarakat hendaknya tetap tenang dan waspada terhadap gejala gagal ginjal akut seperti berkurangnya atau tidak adanya buang air kecil (BAK) secara mendadak.

“Sebaiknya mengurangi aktivitas anak-anak, khususnya balita, yang memaparkan risiko infeksi (kerumunan, ruang tertutup, tidak menggunakan masker, dan lain- lain,” imbau IDI.(par/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here