Asghar Tetap Fight Tanpa Nasdem

0
406
SIAP MENDAFTAR: Bakal pasangan calon (Bapaslon) wali kota dan wakil wali kota (Wawali) Ternate, M Hasan Bay-M Ashgar Saleh (MHB-GAS) saat diarak pendukunngnya keliling kota usai tiba dari Jakarta. FOTO ZULKIFLI A YUSUP

Siap Sampaikan Sikap ke DPP 

HARIANHALMAHERA.COM – Nasib bakal calon (balon) Wakil Wali Kota (Wawali) Ternate M Asghar Saleh tak jauh beda dengan Noverius Bolango yang juga berstatus balon Wakil Bupati (Wabup) Halmahera Timur (Haltim).

Dua kader partai potensial ini berada diantara dua sisi mata uang. Bagaimana tidak, mereka justeru harus duel melawan bapaslon yang diusung partainya sendiri.
Jika di Haltim, Noverius yang mendampingi Thaib Djalaluddin (TIVA) harus duel dengan Abdu Nasar-Aziz Azarat (MONAS), jagoan PDIP, di Pilwakot Ternate, Asghar yang mendampingi M Hasan Bay (MHB-GAS) menjadi duri bagi koalisi poros baru yang dibangun partainya, Nasdem bersama PKB mengusung bapaslon M Tauhid Soleman-Jasri Usman (TULUS).

Memang, Nasdem sejauh ini belum menerbitkan rekomendasi ke TULUS dalam bentuk B1.KWK. Namun, sudah dipastikan rekomendasi yang akan diserahkan secara kolektif Rabu (2/9) besok itu, akan jatuh ke tangan TULUS.

“Berarti loyalitas yang diberikan oleh Nasdem ini sepenuhnya sampai hari ini. Bayangkan (rekomendasi, red) bukan ke kaders. (Itu) berarti mereka percaya kapasitas dan kemapuan orang,” terang Tauhid kepada wartawan saat tiba di Bandara Sultan Babullah Ternate, Minggu (30/8).

Tidak adanya dukungan dari Partai sendiri membuat dukungan kader PDI-P untuk MONAS di Haltim, dan dukungan suara Nasdem ke TULUS terancam tergerus. Sebab, di Haltim, sebagian besar pengurus mulai dari PAC hingga DPC justeru menjagokan TIVA untuk mendapatkan rekom partai. Namun, belakangan, banteng justeru memilih duet ASN Haltim, sementara TIVA didukung koalisi PAN, PKS dan Perindo.

Ketua PAN Haltim Halek Lastory menuturkan, meski PDIP memutuskan tak mendukung kadernya sendiri. dia menegaskan, keputusan PDIP itu tidak menjadi tolok ukur kalah menang dalam Pilkada.
“Selaku kader, Pak Noverius sudah menerima itu (keputusan PDIP, red). Meski PDIP tidak bersama kader, yang akan memilih TIVA itu rakyat,” tegasnya sebagaimana yang dilansir kumparan.

Begitu juga dengan Asghar. Bersama partai besutan Surya Paloh itu, Direktur LSM Rorano Malut ini mendulang suara signifikan saat mencalonkan diri pada Pileg DPRD Provinsi 2019 kemarin. Apalagi, mantan anggota DPRD Kota Ternate itu kini tercatat sebagai sekretaris wilayah (Sekwil) DPW Nasdem Malut.

Asghar sendiri saat ditemui disela-sela konvoi kemarin tidak banyak memberikan jawaban terkait sikapnya atas keputusan Nasdem ke TULUS. Yang pasti, mantan Sekertaris Umum (Sekum) Persiter di era Syamsir Andili itu memastikan akan mengambil sikap terkait keberadaanya di Nasdem. “Masalah NasDem nanti saya buatkan surat ke DPP ya terkait dengan sikap saya. Apalagi saya juga maju (di Piwakot). Jadi nanti dilihat,” singkatnya.

Meski belum ada sikap yang jelas, namun sang balon Wali Kota M Hasan Bay dalam pidato politiknya kemarin, justeru memberikan sinyal bahwa Asghar akan kembali ke Golkar, partai yang telah membesarkan namanya sekaligus pernah mengantarkannya ke kursi DPRD Ternate. “Saya dan Asgar Saleh ini Golkar dan kami akan kembali ke tempat yang pernah membesarkan kami berdua,” tukas MHB.

Sementara itu masih di Piwakot Ternate, PKS (partai keadilan sejahtera) yang sebelumnya mendukung bapaslon Iswan Hasjim-Nulaila Armayin, ternyata batal ikut berkoalisi dengan Nasdem, PKB.

Partai pimpinan Mohamad Sohibul Iman itu memutuskan bergabung dengan PDIP mendukung Merlisa Marasoly-Judhi Taslim (MAJU). Ketua PKS Ternate Sudarmo Taher yang dikonfirmasi malam tadi membenarkan bahwa PKS telah menyerahkan rekomendasi partai dalam bentuk B.1-KWK ke Bapaslon MAJU. “Iya benar sudah diserahkan ke MAJU,” singkatanya.

Dukungan PKS ke MAJU ini sekaligus menjadi akhir dari perebutan rekomendasi partai. Artinya, seluruh partai peraih kursi di DPRD Kota pun semuanya telah menentukan sikap finalnya.

Di lain pihak, Partai Nasdem dan PDI-P sendiri rencannaya akan menyerahkan rekomendasi dalam bentuk form B.1-KWK bersamaan pada Rabu besok kepada delapan bapaslon yang diusung kedua partai.

Ketua Badan Pemenang Pemilu (Bapilu) PDI Perjuangan Malut, Irfan Hasanudin ketika dihubungi menuturkan form B1.KWK ini akan diserhakan langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Malut, Muhamad Sinen di Hotel Grend Majang Ternate. “Saya berharap semua kandidat hadir untuk mengambil langsung B.1-KWK besok dan jika boleh jangan ada yang mewakili,” singkatnya. (tr3/lfa/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here