DPRD Desak Bubarkan Apotik Bahari Berkesan

0
552
Persemian gedung Apotik Bahari Berkesan dan Laboratorium Oleh Wali Kota Burhan Abdurahman

HARIANHALMAHERA.COM– Baru saja diresmikan gedungnya, penutupan Apotek Bahari berkesan sudah muncul dari DPRD Kota Ternate. Tidak adanya kontribusi yang dihasilkan salah satu anak usaha PT Holding Company, perusahaan daerah (perusda) milik Pemkot itu menjadi alasan dibalik permintaan dewan kota (Dekot) tersebut.

Anggota Banggar, Yamin Rusly, menuturkan sesuai Permendagri nomor 52, nomor 13, dan Permendagri tentang penyusunan APBD, Penyertaan modal untuk Perusda bisa dilakukan jika keuangan Pemda berada dalam posisi surplus. “Kalau kita berani melakukan penyertaan modal, oke, tapi dalam Permendagri 52 harus ada analisis investasi”katanya.

Untuk Apotik Bahari berkesan sendiri menurutnya dari penyertaan modal yang dilakukan dalam tujuh tahun terakhir, sampai detik ini tidak ada kontribusi PAD sama sekali.

Selain tidak punya bussinnes plan, Apotik Bahari Berkesan juga tidak mampu bersaing dengan apotik yang sudah tenar seperti Kimia Farma. “Kalau apotek (Bahari Bekesan) itu ada di Moti atau Batang Dua walaupun rugi tidak masalah, karena dalam rangka pelayanan publik. Tapi kalau di Ternate dalam rangka infestasi. Dan kita tidak akan mampu bersaing dengan swasta kan setiap tahun penyertaan modal rugi terus,” cecernya.

Karena itu, Politisi NasDem ini menyarankan anak usaha itu lebih baik dibubarkan saja daripada membebani APBD setiap tahuhnya tanpa ada kontribusi PAD.

“Kalau anggaran penyertaan modal itu dianggarkan untuk pembangunan pulau terluar, mungkin sudah selesai. Investasi pilihan yang lain ketika kewajiban yang lain sudah dituntaskan.” tegasnya.

Selain, Apotik, salah satu anak usaha Holding yang ikut jadi sorotan lantaran membebani APBD tanpa ada kontribusi PAD adalah perusahaan pengelola rumuput laut, PT Alga Kastela.

Namun, untuk PT Alga Alga sendiri dia mengaku masih akan dikajih seperti apa dengan melihat bussinnes plan. Yamin menyebutkan, dana penyertaan ke PT Alga di tahun ini 1,2 Miliar. Jumlah ini naik Rp 400 juta dari tahun 2018 sebesar Rp 800 juta. (lfa/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here