Tarif Rekening Air Bakal Naik

0
56
ILUSTRASI : Kantor PDAM Ternate yang sekarang berubah nama menjadi Perumda Air Minum Ake Gaale (Foto : indotimur.com)

HARIANHALMAHERA.COM–Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tidak hanya berimbas pada kenaikan tarif angkutan umum. Namun, kenaikan harga BBM pun turut berimbas pada kenaikan tarif dasar air (TDA) di Kota Ternate.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Ake Gaale Ternate Abubakar Adam megatakan penyesuaian TDA akan dilakukan dalam bulan ini juga. “Bulan ini tarif baru akan disosialisasikan,” katanya kemarin (20/9)

Abubakar mengatakan, kenaikan TDA ini tidak bisa lagi ditunda sebab anggaran operasional Perumda mulai membengkak akibat naiknya harga BBM maupun tarif dasar listrik (TDL) “Dulu setiap bulan kami bayar listrik Rp1,5 miliar, sekarang naik jadi Rp1,8 miliar,” terangnya, Selasa (20/9).

Dia juga menilai tarif yang berlaku selama ini adalah yang paling termurah di seluruh perusahaan air minum daerah di Indonesia. Dimana, berdasarkan Permendagri, tarif bawah air tarif air minum bagi konsumen rumah tangga sebesar Rp4.000/kubik. Sedangkan yang berlaku di Ternate hanya Rp2.600/kubik.

Bahkan jika dibandingkan dengan daerah tetangga yakni Kota Tidore Kepulauan (Tikep), TDA di Ternate masih lebih murah. Di Tikep, TDA per kubik yakni Rp4.000.

Untuk itu kenaikan TDA di Ternate sesuai rencana akan disesuaikan kisaran Rp4.000-Rp7.500 per kubik. “Jadi dia punya sistem begini, kan dia by progresif paling rendah Rp4.000 paling tertinggi dia everex jadi rata-rata Rp7.500,” kata Abubakar.

Skema penyesuaian tarif air yang disebutkan itu adalah untuk konsumen rumah tangga. Itu pun akan dibuat menyesuaikan kelas konsumen rumah tangga yang terdiri dari tiga kelas.

Beda lagi dengan konsumen bisnis dan lembaga pemerintahan. Dua kelompok konsumen ini bakal mengalami kenaikan yang lebih tinggi, “Lebih rincinya akan disosialisasikan dalam waktu dekat ini,” katanya.

Selain itu, konsumen dengan tingkat konsumsi hingga 30 kubik perbulan juga mengalami kenaikan tarif yang lebih tinggi, meskipun tercatat sebagai konsumen rumah tangga.

Sementara untuk kategori sosial seperti rumah ibadah dan lembaga pendidikan seperti sekolah, tidak mengalami kenaikan tarif.  “Torang mau kasih naik paling tinggi itu (konsumen) pemakaian di atas 30 kubik. Agar supaya orang hemat air, jadi ada edukasinya sekaligus disitu supaya orang lebih hemat menggunakan air,” pungkasnya.(par/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here