Halut

Dua Bulan Tanjung Niara ‘Aus’ PDAM Halut, Warga Terpaksa Timba Air Tetangga

×

Dua Bulan Tanjung Niara ‘Aus’ PDAM Halut, Warga Terpaksa Timba Air Tetangga

Sebarkan artikel ini
ilustrasi air bersih PDAM macet

HARIANHALMAHERA.COM– pelayanan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Halmahera Utara (Halut) sampai saat ini tak kunjung normal. Meski Pemkab Halut terus gonta-ganti Dirut, namun hingga kini distribusi air ke rumah-rumah pelanggang bukan lancar malah tak henti-hentinya dikeluhkan konsumen lantaran macet berminggu sampai berbulan-bulan.

Kali ini keluhan air bersih PDAM Halut tersebut diluapkan oleh warga kompleks perumahan residen Tobelo, RT 008 Desa Tanjung Niara, Kecamatan Tobelo Tengah. Betapa tidak, sudah hampir dua bulan lebih mereka tidak menikmati layanan air bersih dari perusahan plat merah tersebut.

Akibatnya, warga setempat terpaksa mengayungkan timba di sumur air Desa tetangga, seperti Desa Pitu, Lina Ino, Mahia dan Wosia, hanya untuk penuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Kami tidak menuntut lebih, hanya berharap air PAM (PDAM,red) bisa mengalir kembali seperti semula. Setiap hari kami harus memikirkan dari mana mendapatkan air, bukan lagi soal kenyamanan, tapi soal bertahan hidup,”katanya sejumlah warga setempat, Jumat (1/5).

Keluhan pelayanan air bersih ini lanjut warga sempat, sudah berulang disampaikan ke petugas PDAM Halut, namun respons yang diterima masih berkutat pada alasan tak asing di kuping, yakni kerusakan mesin pompa. “Parah memang, alasan mesin pompa air rusak, jadi sekerang pertanyaannya kerusakan itu diperbaiki atau tidak, soalnya sampai dua bulan ini air tidak jalan,”geram warga setempat.

Air menurut warga, bukan hanya sekedar kebutuhan, tetapi fondasi kehidupan untuk memasak, mandi, mencuci, hingga menjaga kesehatan keluarga, sehingga ketika akses itu terhenti, yang terdampak bukan hanya aktivitas harian, tetapi juga kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Warga pun berharap ada langkah nyata dan respons cepat dari pihak PDAM serta perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya Bupati Halut agar persoalan ini tidak terus berulang.

“Lebih dari sekadar perbaikan pompa, masyarakat menginginkan adanya sistem yang lebih tangguh dan terencana seperti perawatan rutin, kesiapan alat cadangan, serta komunikasi yang transparan kepada warga ketika terjadi kendala,”pinta warga.

Terpisah Direktur PDAM Halut, Hi. Fauzi Daga, membenarkan adanya kerusakan mesin pompa tersebut, sehingga suplay air bersih ke Desa Tanjung Niara sedang terkedala. “Desa Tanjung Niara itu pusat operasinya di Sadada, pompa Sadada itu mesin pompa lama jadi tekanannya sudah sangat lemah., jadi harus ganti mesin pompa,”ungkapnya.

Menurut Fauzi, mesin Pompa di kompleks Sadada itu melayani beberapa wilayah sekitar yakni Desa Mahia, sebagian Desa Pitu, sebagian Desa Wosia Kompleks Pasar Baru dan Tanjung Niara depan Toko Makmur Utama. “Kami sedang berupaya mengganti mesin pompa baru agar kebutuhan air di wilayah tersebut kembali terpenuhi. Kami meminta masyarakat untuk bersabar sambil menunggu perbaikan dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kendala yang dihadapi masyarakat saat ini,”tuturnya.(rif)

Tinggalkan Balasan