HARIANHALMAHERA.COM– pencarian hari ketiga oleh Tim SAR Gabungan, pada Minggu (10/5) siang tadi terhadap dua jasad pendaki gunung api Dukono, akhirnya berbuah hasil. Prosesi pencarian pun resmi ditutup setelah tim penyelamat berhasil evakuasi kedua jasad WNA asal Singapura masing-masing bernama Heng Wen Qiang Timothy dan Shahin Muhres Bin Abdul Hamid, itu ke dataran.
Setiba di dataran, kedua jasad korban erupsi vulkanik Dukono sempat dibawa ke pos pemantau lalu dilarikan ke RSUD Tobelo untuk dilakukan identifikasi.
Terpisah Kepala Basarnas Maluku Utara, Iwan Ramdani, mengatakan bahwa proses pencarian pada hari ketiga terhadap kedua jasad pendaki terbilang berisiko seperti sebelumnya, sebab medan yang curam disertai semburan abu tak berhenti membuat tim SAR gabungan sempat keseulitan, namun tim terus bergerak menuju titik yang sebelumnya dicurigai berdasarkan prediksi dan keterangan saksi di lapangan, sehingga berhasil temukan jasad kedua pendaki tersebut
“Sesuai prediksi dan informasi dari saksi-saksi yang menemukan titik lokasi, akhirnya hari ini (Minggu,red) Tim SAR gabungan bergerak menuju area tersebut dan berhasil menemukan kedua jasad korban,”katanya.
Proses evakuasi sendiri lanjutnya, sempat berlangsung sangat sulit, karena kondisi di puncak Gunung Dukono masih berbahaya ditambah kedua jensad korban disebut tertimbun material sisa semburan abu vulkanik sehingga menyulitkan proses pencarian dan evakuasi.
Tim SAR menurutnya, telah memanfaatkan jeda waktu di antara erupsi untuk melakukan proses evakuasi. “Evakuasi hari ini memang cukup sulit, karena kondisi di puncak Dukono sangat mengkhawatirkan. Saya bahkan sulit menggambarkan situasi di atas. Medannya sangat rawan, ditambah curah hujan yang cukup tinggi pada hari ketiga pencarian,”ungkapnya.
“Proses evakuasi jasad pendaki oleh Tim SAR gabungan baru berhasil diselesaikan sekitar pukul 13.00 Wit , karena memanfaatkan jeda erupsi,”sambungnya.
Iwan pun mengungkapkan bahwa kondisi jasad korban sendiri mengalami kerusakan parah, sebab diduga terpapar material panas erupsi gunung Dukono. “Soal kondisi jasad, saya tidak bisa menjelaskan secara rinci. Rekan-rekan bisa melihat sendiri kondisinya,”tuturnya.
“Selanjutnya kami akan melakukan briefing bersama seluruh stakeholder terkait, kemudian hasilnya diserahkan kepada SC untuk proses penutupan operasi pencarian korban,”tutupnya.(red)












