Mundur Tahun Depan, Euro “Saingi” Indonesia

1
534
Cristiano Ronaldo saat berhasil membawa Portugal menjuarai Euro 2016 di dengan mengalahkan tuan rumah Prancis di final. GETTY IMAGES

Copa America dan Piala Dunia Antarklub Juga Musim Panas 2021

HARIANHALMAHERA.COM – Secara kebintangan, nama-nama seperti Cristiano Ronaldo, Harry Kane, Kylian Mbappe, atau Virgil van Dijk jelas tidak bisa dibandingkan dengan Bagus Kahfi, Bagas Kaffa, Rizky Ridho, maupun Supriadi. Jika CR7 dkk berlaga di level teratas, Bagus-Bagas dkk hanya berstatus penggawa timnas Indonesia U-19.

Bagi masyarakat Indonesia, khususnya para gibol (penggila bola), dukungan sebagai bentuk nasionalisme berada di atas segalanya saat Bagus-Bagas dkk bersama Indonesia U-19 diproyeksikan tampil dalam Piala Dunia U-20 tahun depan. Terlebih, negara kita berstatus tuan rumah di enam stadion yang keputusannya ditentukan FIFA akhir bulan ini.

Hanya, seiring keputusan UEFA memundurkan Euro 2020 menjadi tahun depan, berarti bakal bersinggungan dengan perhelatan Piala Dunia U-20 sebagai hiburan gibol tanah air. Piala Dunia U-20 memang belum merilis jadwal pasti, tetapi sudah diagendakan pada Mei sampai Juni.

Sementara itu, Euro tahun depan, sebagaimana hasil pertemuan UEFA dengan 55 federasi anggota-ECA (asosiasi klub Eropa, yang berjumlah 250 klub)-European League (mewakili 32 liga di Eropa) di Nyon sampai tadi malam (17/3), bergulir menjadi 12 Juni sampai 12 Juli. Dari jadwal semula tahun ini pada 13 Juni sampai 13 Juli. Force majeur pendemi Covid-19 menjadi penyebabnya.

Jadi, ada kemungkinan fase knockout atau laga-laga akhir di Piala Dunia U-20 bermain pada hari yang sama dengan Euro. Meski, jam kickoff-nya mungkin tidak sama.

Bukan hanya dengan Piala Dunia U-20, Euro tahun depan juga bersinggungan dengan agenda FIFA lainnya. Yakni, Piala Dunia Antarklub 2021 di Tiongkok (17 Juni–4 Juli). Tontonan musim panas tahun depan makin banyak karena Copa America di Kolombia-Argentina yang semula tahun ini ikut mundur menjadi 2021.

Sebagaimana ditulis The Athletic, pergeseran jadwal Euro 2020 menjadi musim panas tahun depan membuat relasi dua presiden organisasi sepak bola, Aleksander Ceferin (UEFA) dan Gianni Infantino (FIFA), ”menghangat”.

Sebelumnya, UEFA tidak senang dengan keputusan FIFA kala mengganti rutinitas menghelat Piala Dunia di musim panas. Yakni, Piala Dunia 2022 di Qatar yang diputuskan bergulir pada November–Desember.

Belum lagi Piala Dunia Antarklub tahun depan yang notabene format baru dari FIFA. Dari semula diikuti perwakilan konfederasi dan tuan rumah (total 7 klub) menjadi 24 klub dari lima benua yang diharapkan menjadi pertunjukan besar pengganti Piala Konfederasi yang gebyarnya kurang megah.

”UEFA telah melakukan pengorbanan besar (dengan memundurkan Euro 2020 ke tahun depan, Red) karena kami berusaha melakukan hal terbaik bagi 55 anggota kami,” ucap Ceferin di laman resmi organisasi.

Sebelum memutuskan Euro 2020 mundur selama 12 bulan, kabar yang beredar adalah Euro 2020 tetap digelar akhir tahun ini alias Desember mendatang. Salah satu alasannya adalah mempertahankan citra Euro sebagai turnamen empat tahunan plus ”pemanasan” menuju Piala Dunia 2022. (jpc/pur)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here