HARIANHALMAHERA.COM– foto bareng oleh Bupati Halut, Piet Hein Babua bersama beberapa oknum anggota DPRD dan kontraktor eks narapidana (Napi) kasus gratifikasi inisial CW, mendadak rame dibincangkan. Sebab, kebersamaan kepala daerah dengan mantan tahanan KPK, itu disebut seolah beri jawaban atas keraguan public soal kenapa proyek jalan APBD 2026 ini dikuasai oleh perusahan jasa konstruksi CV.BP, yang mana bos-nya alumi Napi suap.
DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Maluku Utara pun ikut soroti kemesraan orang nomor satu negeri Hibualamo tersebut dengan eks Napi, sebab pertemun tersebut dapat ditafsir negative mengingat CW sendiri pernah dijebloskan ke penjara gegara kena OTT KPK atas dugaan kasus suap untuk muluskan proyek jalan.
Ketua DPD IMM Malut, M. Taufan Baba, mengatakan bahwa dokumentasi bersama itu tanpa disadari menjadi tamparan keras terhadap Bupati Halut sendiri, sebab kebersamaan itu menjadi titik awal dari proyek jalan APBD yang dikuasai kontraktor eks Napi suap tersebut.
“Foto tersebut informasinya diambil pada 24 Januari 2026 di depan Kantor Bupati Halut, jauh sebelum proses tender proyek jalan berlangsung. Tentunya public akan curiga bahwa proyek jalan tersebut diduga kuat sudah dikondisikan sejak awal,”katanya, Jumat (22/5).
Kehadiran kontraktor eks Napi dalam proyek jalan tersebut lanjutnya, tentu kuat dugaan ada sesuatu yang sudah disepakati, sehingga tak heran kalau Bupati Halut terkesan nekat pakai perusahan konstruksi yang bos-nya diseret ke penjara oleh KPK.
“Bupati Halut pasti sudah tahu siapa sosok kontraktor CW yang ditangkap KPK atas kasus gratifikasi, tapi kenapa masih nekat pakai jasa kontraktor itu?, tentu ada sesuatu yang sudah dibicarakan dan itu terjawab dalam foto bersama tersebut,”beberanya.
Mantan Napi suap yang masih dapat proyek tersebut menurutnya, tentu juga menjadi sindiran keras terhadap aparat penegak hukum (APH) di daerah, sebab dugaan praktek lama tidak terdeteksi.
“Selain publik akan menilai Bupati Halut diduga memelihara kontraktor bermasalah, tentunya APH juga ditampar, karena tidak mampu deteksi trik kontraktor eks Napi yang kelola proyek jalan tersebut,”tandasnya.(cal)












