Awas, Non-perokok Juga Bisa Kena Kanker Paru

0
542
ILUSTRASI foto rontgen paru untuk mengetahui gejala kanker paru-paru. (foto: via republika.co.id)

HARIANHALMAHERA.COM– Kanker paru selama ini hanya dihubungkan dengan perokok saja. Namun, penyakit tersebut ternyata bisa menyerang non-perokok. Sebagai salah satu jenis kanker yang paling umum, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sebanyak 2,09 juta kasus kanker paru terjadi di dunia pada 2018.

Data tersebut, tak selamanya kanker paru terjadi pada seorang perokok. Laporan Very Well Health yang dikutip dari CNNINdonesia.com menyebutkan, sekitar 10-15 persen kanker paru terjadi pada orang bukan perokok. Sebanyak 50 persen lainnya terjadi pada mantan perokok.

Meski bernama sama, namun kanker paru pada seseorang bukan perokok berbeda dalam banyak hal. Adenokarsima adalah jenis kanker yang menyerang paru-paru pada orang bukan perokok. Kanker ini tumbuh di luar paru-paru dan dapat hadir dalam waktu yang lama, bahkan sebelum gejala muncul.

Sesak napas dan rasa mudah lelah hanyalah sebagian dari deretan gejala kanker paru pada non-perokok. Nyeri tulang yang menjalar juga menggambarkan penyebaran kanker ke bagian lain tubuh. Kanker paru pada non-perokok kerap didiagnosis pada stadium akhir.

Beberapa hal memicu tumbuhnya sel kanker pada paru seseorang bukan perokok. Paparan gas radon adalah salah satunya. Radon merupakan gas radioaktif yang dihasilkan dari pembusukan uranium, thorium, dan radiom dalam batuan dan tanah.

National Cancer Institute menyebut, kadar radon akan lebih tinggi pada rumah yang terisolasi dan tak memiliki ventilasi yang baik. “Basement dan lantai pertama rumah umumnya mengandung radon karena paling dekat dengan tanah,” tulis NCI pada situs resminya.

Paparan asbes dan status perokok pasif juga disebut sebanyak penyebab muncul kanker paru. Selain itu, kanker paru pada non-perokok juga bisa terjadi akibat faktor genetik.

Memeriksa kadar radon dan menghindari asap rokok adalah cara yang bisa dilakukan untuk menghindari kanker paru. Praktik diet seperti olahraga dengan intensitas menengah secara rutin juga disebut mampu menekan risiko kanker paru.(cnn/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here