Tahukah Anda, Air Putih dalam Kemasan Bisa Basi?

0
690
ILUSTRASI air putih kemasan. (foto: idnjurnal.com)

HARIANHALMAHERA.COMMungkin tidak banyak yang tahu. Atau pun tidak menyangka, jika air dalam kemasan punya tanggal kedaluwarsa, seperti produk makanan dan minuman lainnya.

“Pada dasarnya, berdasarkan aturan yang berlaku produsen wajib mencantumkan tanggal kedaluwarsa di semua makanan dan produk minuman yang habis pakai, termasuk air kemasan,” kata dr Nitish Basant Adnani BMedSc MSc, dari KlikDokter, sebagaimana diberitakan jpnn.com.

dr Nitish menjelaskan, tanggal kedaluwarsa lebih dimaksudkan untuk botol plastik yang mewadahinya, bukan airnya. Karena air dalam kemasan sebetulnya tidak dapat kedaluwarsa.

Pada saat mengonsumsi air mineral yang sudah dikemas dan telah melalui proses yang memenuhi standar, ia mengingatkan untuk tetap memeriksa tanggal produksi dan tanggal kedaluwarsa yang tertera di kemasan.

Dia pun menyarankan untuk tidak meminumnya jika sudah melewati tanggal kedaluwarsa yang tertera.

“Meski sebenarnya air putih tak memiliki masa berlaku, air mineral dalam kemasan berbahan dasar plastik berisiko terkontaminasi kuman atau zat kimia berbahaya jika disimpan terlalu lama atau melewati batas penggunaan,” jelas dr. Nitish.

Lantas apa efek samping minum air yang kemasannya sudah kedaluwarsa?

Menruut dr Ellen Theodora dari KlikDokter, botol plastik yang digunakan untuk air kemasan biasanya mengandung polietilen tereftalat (PET) untuk botol eceran dan polietilen densitas tinggi (HDPE) untuk galon.

Setelah pada fase titik tertentu, kandungan kimia dalam plastik tersebut bisa tercampur dengan air. Ini akhirnya dapat memengaruhi rasanya. Selain itu, plastik yang berpori juga bisa menyebabkan air menjadi bau.

Lalu, apakah air kemasan yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa tidak dapat diminum?

Dijelaskan dr Ellen, meski rasa dan kualitas air bisa berkurang jika telah melewati tanggal kedaluwarsa, tetapi mengonsumsinya boleh saja. Walau jarang terjadi, tetapi tetap ada efek samping yang perlu diwaspadai.

“Efek samping yang dapat terjadi adalah gangguan pencernaan seperti diare, tapi hal ini jarang sekali terjadi. Bagaimanapun juga, minuman yang mengandung gula atau garamlah yang lebih berbahaya bila tetap dikonsumsi setelah tanggal kedaluwarsanya habis. Contohnya soft drink,” terang dr Ellen.

Perlu disebutkan, pencantuman tanggal kedaluwarsa sebenarnya merupakan peraturan perundang-undangan. Ini merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label Iklan dan Pangan.

Pada pasal 27, produsen wajib mencantumkan tanggal kedaluwarsa. Jika dihubungkan dengan air kemasan, ini karena air kemasan adalah produk makanan yang dapat dikonsumsi. Dengan demikian, produsen harus tunduk pada hukum yang mewajibkan tanggal kedaluwarsa pada semua bahan habis pakai.

Selain itu, tanggal kedaluwarsa pada air kemasan memiliki manfaat tertentu bagi produsen. Jika ada keluhan dan konsumen mengenai rasa dan kualitas yang berbeda saat dikonsumsi lewat dari tanggal kedaluwarsa, produsen tak bisa disalahkan karena tanggal tersebut sudah dicantumkan.

Tanggal kedaluwarsa hanyalah satu elemen dari kode cetak yang juga mengidentifikasi tanggal, pembuatan botol, dan informasi lainnya. Meskipun tanggal kedaluwarsa itu sendiri tidak berarti menandakan kualitas air menjadi buruk, tetapi informasi manufaktur bisa berguna dalam melacak kontaminasi, kesalahan pembotolan, atau penarikan produk (dari pasaran).

Dalam rangka Hari Air Sedunia, tetaplah menjadi konsumen bijak dengan selalu cek tanggal kedaluwarsa produk air minum kemasan yang Anda beli. Biasakan untuk selalu menghabiskan air minum kemasan dalam waktu kurang dari sehari, agar kualitas airnya tetap terjaga.

Meski mungkin masih aman untuk dikonsumsi, tapi baiknya jangan mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah lewat masa kedaluwarsanya, termasuk air putih dalam kemasan, ya!(jpnn/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here