EkonomiMaluku Utara

IKP Malut Tempati Peringkat 32 Dari 34 Provinsi, Tikep dan Taliabu Terendah

×

IKP Malut Tempati Peringkat 32 Dari 34 Provinsi, Tikep dan Taliabu Terendah

Sebarkan artikel ini
diskusi panel penguatan ketahanan pangan Provinsi Malut

HARIANHALMAHERA.COM– Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Maluku Utara disebut Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Malut terus mengalami penurunan cukup signifikan. Sebab, dari 34 Provinsi di Indonesia, ternyata Malut berada pada posisi paling bawah, yaitu peringkat ke 32.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional menunjukan IKP Maluku Utara tahun 2022 adalah 58,39, menurun 1,19 poin dibandingkan dengan tahun 2021 dan menempati peringkat ke-32 dari 34 provinsi di Indonesia.

Turunnya IKP Malut itu dibenarkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Malut, Adnan Wimbyarto dalam acara diskusi panel penguatan ketahanan pangan Provinsi Malut yang berlangsung di aula Desa Balbar, Kota Tidore Kepulauan, Jumat (3/3).

“Isu global saat ini adalah mengenai ketahanan pangan berupa turunannya kualitas dan produktivitas lahan, perubahan iklim serta peningkatan jumlah penduduk. Isu tersebut diperparah dengan gejolak geopolitik dan fluktuasi harga komoditas di seluruh dunia,”katanya.

“Intensitas ancaman meningkat terutama pada daerah kepulauan seperti Maluku Utara, karena wilayah Maluku Utara memiliki pulau-pulau kecil terisolasi dan kualitas sumber daya manusia serta adopsi teknologi yang rendah. Selain itu, infrastruktur penunjang yang terbatas dan rendahnya keterjangkauan (aksesibilitas) berakibat pada harga pangan yang relatif mahal,”sambungnya.

Di tingkat regional menurutnya, IKP Malut lebih baik dari IKP Papua dan Papua Barat bahkan dibawah dari Provinsi Maluku dan masih jauh dibandingkan Sulawesi Utara. Kalau lanjutnya, IKP dilihat lebih rinci, terdapat beberapa aspek yang menunjukkan angka yang masih rendah.

Hal ini sambungnya menunjukan bahwa daerah tersebut diindikasikan belum mampu menghasilkan produk pangan untuk daerahnya sendiri seperti beberapa daerah yang memiliki angka rendah yakni Kota Tidore Kepulauan dan Pulau Taliabu.(par)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *