Kunjungi Malut, Menaker Dorong Transformasi BLK Perkuat Pelatihan Vokasi

0
113
STRATEGI BARU: Mennaker Ida Fauziyah didampingi Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba saat memantau pelatihan pengelasan dan kelistrikan di BLK Ternate, Jumat (5/3). (foto: humas pemprov for Harian Halmahera)

HARIANHALMAHERA.COM— Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menjadikan program transformasi BLK sebagai salah satu lompatan besar memperkuat pelatihan vokasi sebagai program unggulan peningkaan kualitas Sumber daya manusia SDM Indonesia, khususnya Maluku Utara (Malut).

“Arah kebijakan dari program transformasi BLK adalah mengubah secara total BLK sebagai Balai Pelatihan Vokasi yang menjadi pusat pengembangan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja yang berdaya saing di tingkat nasional dan internasional,” kata Menaker Ida Fauziyah pada acara pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap I di BLK Ternate, Jumat (5/3).

Dalam menyukseskan program tersebut, menurut Ida, Kemenaker menjadikan agenda 6R sebagai perhatian utamanya. Yakni, reformasi kelembagaan, redesain substansi pelatihan, revolusi SDM, reviltasisasi fasilitas dan sarana prasarana, rebranding BLK, dan relationship.

“Untuk mempersiapkan pelatihan vokasi dalam menghadapi proses transformasi ketenagakerjaan akibat pandemi dan revolusi industri 4.0, Kemenaker telah menyusun sejumlah kebijakan pelatihan vokasi agar sesuai dengan munculnya peluang usaha dan jenis pekerjaan baru di era pandemi,” kata Ida.

Di antara kebijakan yang disusun, lanjut Ida, adalah kebijakan Triple Skilling, yakni skilling, re-skilling, dan up-skilling bagi pekerja, optimalisasi pemagangan berbasis jabatan, peningkatan soft skills, perubahan kurikulum dan metode yang berfokus pada human digital online (menggunakan metode blended training), serta kolaborasi dengan semua stakeholders, terutama pelaku industri untuk menciptakan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Lebih lanjut dijelaskan menaker, sinergi dan kolaborasi antara BLK dan stakeholders, terutama dari dunia usaha dan industri sebagai pengguna tenaga kerja sangat penting. Sebab dengan dilakukannya sinergi, maka dapat dipastikan lulusan pelatihan telah sesuai dengan kebutuhan industri dan lebih mudah terserap.

Kata Menaker, dunia usaha sebagai penyerap tenaga kerja yang memiliki peran besar dalam menentukan kompetensi yang dibutuhkan saat ini dan di masa depan agar proses link and match antara pendidikan dan dunia kerja bisa tercipta.

“Pada akhirnya, program pelatihan vokasi akan mengurangi biaya training dan investasi SDM bagi industri, sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan antara BLK dan industri,” pungkasnya.

Sementara itu, sebelum membuka kegiatan, Menaker didampigi Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba, forkopimda, dan stakeholder, melakukan pantauan di lokasi pelatihan pengelasan dan kelistrikan di BLK Ternate.(lfa/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here