Di Ternate, Pembelian Masker Dijatah Sesuai Jumlah Anggota Keluarga

0
205
ANTRI: Warga Kota Ternate ramai-ramai membeli masker pasca dirilisnya satu pasien positif covid-19. Tampak pula personil kepolisian melakukan penjagaan di toko Markson Jaya Medika, Ternate, Selasa (24/3). (foto: Elfa/Harian Halmahera)

HARIANHALMAHERA.COM— Akim hanya bisa pasrah saat dikerebuti pembeli dengan wajah memelas dan penuh harap. Namun, dia harus bersikap tegas. Sesekali dia meminta warga mengerti dengan kondisi yang ada.

Akim adalah petugas pelayanan di toko Markson Jaya Medika—dustributor obat dan alat kesehatan di Kelurahan Mangga Dua, Ternate. Diketahui, pasca diumumkannya satu orang pasien positif Covid-19 di Maluku Utara (Malut), tepatnya di Kota Ternate, warga langsung berbondong-bondong mencari sejumlah toko penjualan alat-alat kesehatan.

Akim mengaku harus menjalankan kebijakan jatah penjualan masker per orang. Alasannya, agar semua orang bisa mendapatkan alat pelindung diri itu. Karena itu, dia menyebut pembeli harus membawa Kartu Keluarga (KK), bukan lagi KTP.

“Kenapa KK? Karena pembelian masker berdasarkan jumlah anggota keluarga yang tertera dalam KK tersebut. Tidak bisa lebih,” tegasnya.

Dia pun menjelaskan, awalnya pembelian masker hanya berdasarkan KTP. Ternyata, KTP tidak menjamin penjualan secara merata kepada masyarakat.

“Ada yang sudah membeli, ternyata datang lagi membeli. Akhirnya yang lain tidak kebagian. Ada oknum-oknum yang salah gunakan. Sudah membeli terus beli lagi, sehingga kami ubah aturan supaya semua masyarakat dapat,” terangnya.

“Karena kalau jual bebas memang dapat untung, tapi kita tidak memikirkan itu (keuntungan). Kita juga mau sehat. Karena semua orang beresiko,” ungkap Iin, pelayan toko lainnya.

Iin mengaku, tokonya juga membatasi waktu pembelian. Alasannya, ketersediaan masker di toko mereka ada batasnya. Karena itu, pihaknya akan sangat ketat, termasuk melakukan pencatatan data, terutama dari instansi.

“Kalau Minggu ini mereka yang sudah membeli, maka akan dijatah lagi dalam waktu lain,” jelasnya.

Disentil ketersediaan cairan hand sanitizer, dia menyebut tidak tersedia. Untuk sarung tangan hanya dikhususkan untuk tenaga medis, rumah sakit, Puskesmas, dan pegawai bank.

“Untuk masyarakat tidak dilayani. Karena para tenaga medis paling membutuhkan, termasuk pegawai bank yang bersentuhan dengan uang,” terang Iin, sembari menambahkan karena stok terbatas, toko Markson Jaya Medika hanya melayani penjualan hingga pukul 13.00 WIT untuk setiap harinya.(lfa/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here