Ternate

Ini Penyebab Pasien di Sahid Hotel Lama Sembuh

×

Ini Penyebab Pasien di Sahid Hotel Lama Sembuh

Sebarkan artikel ini
MINTA KEPASTIAN: Aksi protes yang dilakukan puluhan pasien Covid-19 di Sahid Bela Hotel Ternate beberapa waktu lalu. FOTO ELFA/HARIAN HALMAHERA

HARIANHALMAHERA.COM–Lambannya angka kasus kesembuhan pasien positif Covid-19 di Maluku Utara (Malut) diduga kuat salah satu penyebabnya adalah kondisi ruang tempat pasien di karantina atau diisolasi.

Ini diungkapkan langsung pihak Perhimpunan Ahli Epidemologi Malut. Mereka menyebutkan, salah satu faktor yang membuat pasien Covid-19 terutama di Sahid Bela Hotel Ternate, lama sembuh, dikarenakan kondisi ruang karantina di hotel bintang lima itu buruk.

Irwan, Ketua Bidang Kajian Perhimpunan Ahli Epidemologi Malut menuturkan, kondisi kamar yang berAC dan berlantai karpet, ikut membuat proses penyembuhan pasien di Sahid berjalan lamban.

Dia lantas membandingkan dengan pasien positif yang menjalani karantina di luar hotel maupun di rumah, yang mana proses penyebuhannya berlangsung cepat. “Satu hal yang kita dapatkan adalah, beberapa tempat isolasi di Kabupaten/Kota lain sangat cepat sembuhnya, bila dibandingkan dengan di tempat karantina di Ternate terutama Sahid Hotel,” ujarnya.

Dia mencontohkan tingkat kesembuhan pasien positif di Kepulauan Sula.  dimana, mereka diisolasi di ruangan yang tidak ber acc dan memiliki sirkulasi udara yang baik.  “Faktanya, di Sahid setiap kamar memiliki ac central dan lantai yang dilapisi karpet, ini juga punya pengaruh terhadap angka kesembuhan,” katanya.

Apalagi, rilis organisasi kesehatan dunia WHO juga menyebutkan bahwa Virus SARS CoV-2 bisa bertahan selama delapan jam di udara. “Maka kemungkinan (lamanya sembuh) itu sangat besar,” jelasnya.

Dikatakan, pasien yang menjalani karantina di ruangan yang tertutup dengan sirkulasi udara yang buruk, maka virus akan bertahan lama, sehingga wajar bila banyak pasien yang menjalani isolasi di Sahid dengan waktu yang berbulan-bulan namun tak kunjung sembuh.

“Kami sudah mengumpulkan data dan fakta-fakta ini untuk dibuat rekomendasi ke Gugus Tugas Provinsi maupun Kabupaten Kota agar segera mengevaluasi proses karantina di Sahid Hotel dan beberapa tempat lainnya, ” tukasnya.

Penyataan Perhimpunan Ahli Epidemologi Malut ini juga senada dengan  Epidemologi Penyakit Infeksi di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Profesor Hari Kusnanto Josef.

Dikutip dari laman Ugm.ac.id, Hari menuturkan meski hingga saat ini, belum ada penelitian yang menunjukkan ruangan ber-AC bisa meningkatkan resiko persebaran Covid-19, namun menurutnya yang bahaya bukanlah ruangan ber-AC, tetapi ruangan yang memiliki sirkulasi udara buruk.

Ruangan yang tertutup dan memiliki sirkulasi sedikit, terutama ruang sempit dapat meningkatkan risiko persebaran virus. “Virus akan mudah menyebar jika ruangan tertutup tersebut selalu menghidupkan AC.

Dia mengungkap bahwa ventilasi udara sangat dibutuhkan agar suasana di dalam kamar bisa lebih sehat. “Virus lebih nyaman (hidup) pada udara dingin dan droplet yang menempel pada benda-benda, sehingga membuat virus bertahan lama.” terangnya.

Sementara itu, jumlah pasien positif Covid-19 di Malut kian mendekati angka 1200. Data yang dilansir gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Malut mencatat, hingga kemarin total pasien positif sudah mencapai 1.184 kasus.

Kemarin, terdapat penambahan kasus baru sebanyak 39 orang dan jumlah pasien sembuh tiga orang. Juru Bicara (jubir) GTPP Covid-19 Malut dr Alwia Assagaf menuturkan temuan kasus baru ini pasien sembuh ini beradasarkan hasil pemeriksaan 23 spesimen (19 orang) melalui TCM RSUD Chasan Boesoiri Ternate, 80 spesimen (40 orang) melalui PCR BBLK Makassar (40 orang) serta 9 spesimen melalui PCR Prodia Ternate.

“Hasil pemeriksaan terkonfirmasi positif melalui TCM RSUD Chasan Boesoiri sebanyak 2 orang, laboratorium PCR BBLK Makasar 28 orang, dan laboratorium PCR Prodia Ternate 9 orang, maka jumlah kasus positif baru pada hari ini sebanyak 39 orang, dengan sebaran kasus Kota Ternate 38 orang dan Kota Tidore Kepulauan 1 orang,” katanya.

Sedangkan tiga pasien sembuh kata dia berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen follow up dua melalui CTCM RSUD CB. Ketiga pasien sembuh yang semuanya berasal dari Ternate itu masing-masing pasien 366 (SR), pasien 678 (D), dan pasien 684 (HNR). “Sehingga jumlah pasien sembuh di Malut sudah sebanyak 144 orang. Untuk jumlah yang meninggal tidak mengalami penambahan, atau masih diangka 39 orang,” tukasnya.(lfa/pur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *