HARIANHALMAHERA.COM– narkotika jenis baru berupa tembakau sintesis ternyata sudah mulai memikat generasi muda di Kota Ternate, hal itu menyusul personel Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Maluku Utara (Malut) telah menangkap seorang remaja pria yang diduga pemakai narkoba golongan satu tersebut.
Pemuda berinisial MAG (21), itu ditangkap Ditresnarkoba Polda Malut di Kelurahan Maliaro, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, pada Jumat (29/5) pekan kemarin. Dimana, dari hasil penggeledahan, petugas telah temukan 23 sachet plastik bening berukuran kecil yang berisi tembakau sintesis sekaligus menyita satu unit telepon merek Samsung A05 warna hitam yang diduga untuk digunakan dalam aktivitas terkait narkotika.
Diresnakoba Polda Malut, Kombes Pol. Bobby P. Marpaung, pun membenarkan adanya penangkapan terhadap terduga pemakai narkotika jenis tembakau sintesis tersebut. Kepada awak media, Kombes Pol. Bobby, mengatakan bahwa pengungkapan kasus narkotika tersebut bermula dari informasi masyarakat mengenai adanya seseorang yang diduga menyimpan narkotika di Kelurahan Maliaro.
“Jadi menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Opsnal Unit 5 Ditresnarkoba Polda Malut yang dipimpin Panit Unit 5 IPDA Harbun Fatmona, melakukan penyelidikan, yakni tim bersama aparat kelurahan mendatangi rumah terduga pelaku melakukan pemeriksaan, ternyata menemukan sejumlah barang bukti yang diduga narkotika jenis tembakau sintesis tersebut,”katanya, Senin (1/6).
Setelah temukan Babuk tersebut lanjutnya, personel langsung amankan MAG selaku pemilik narkotika tersebut ke Markas Ditresnarkoba Polda Malut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Berdasarkan interogasi awal, MAG mengakui bahwa tembakau sintesis di pesan melalui media social Instagram dan hanya untuk konsumsi secara pribadi,”ungkapnya.
Meski begitu menurutnya, penyidik akan terus melakukan pendalaman guna mengungkap asal-usul barang tersebut, jaringan pemasok serta kemungkinan adanya pihak yang terlibat dalam peredaran narkotika tersebut. “Kami terus melakukan pengembangan untuk menelusuri sumber perolehan barang dan memastikan apakah terdapat jaringan lain yang terlibat,”tegasnya.(red)












