HARIANHALMAHERA.COM– Organisasi Angkutan Daerat (Organda) Halmahera Barat (Halbar) rupanya mulai merasakan tekanan dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sejumlah jenis yang non-subsidi, salah satunya Dexlite. Hal itu menyusul telah meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Halbar untuk rapat bahas solusi atas keresahan mereka tersebut.
Sekretaris DPC Organda Halbar, Ronald Reagen, mengakui bahwa lonjakan harga BBM non subsidi telah berpangaruh pada tarif angkutan penumpang maupun barang, sehingga tidak bisa dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi yang jelas. “Kalau masalah ini (harga BBM) ini dibiarkan lama pasti penumpang resah, sebab sopir menyesuaikan dengan harga BBM, sehingga untuk hindari gejolak maka diminta Dishub Halbar bersama Organda duduk bersama cari solusinya,”katanya, Senin (27/4).
Kenaikan harga BBM jenis Dexlite misalnya lanjut Ronald, tentu sangat memberatkan aktivitas mereka, karena sopir maupun pengusaha sangat bergantung pada bahan bakar jenis ini.
“Beban biaya yang semakin berat ini berpotensi menimbulkan gejolak di lapangan. Olehnya itu, Organda berharap Pemda Halbar instansi terkait, seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Desprindakop) serta Dinas Perhubungan (Dishub), untuk mengambil langkah ekstra cepat,”pintanya.
Ronald pun berharap Pemda Halbar dan Organda duduk satu meja untuk cetuskan solusi, karena masalah BBM seperti bom waktu yang bisa meresahkan semua pihak secara mendadak. “Kami berharap pemerintah segera merespons hal ini. Jangan sampai masalah ini berlarut-larut dan pada akhirnya Organda atau para pengusaha transportasi justru yang disalahkan oleh masyarakat jika terjadi perubahan tarif atau kebijakan di lapangan,”tandasnya.(red)












