PPM Bikin Pendapatan Petani Kawasi Naik

0
653
Salah satu anggota keompok binaan PPM Harita Nickel memanen hasil pertanian di lokasi perkebunan di Akelamo, Pulau Obi, Halsel.

HARIANHALMAHERA.COM– Pasca diuji coba pada April 2018 lalu, Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Pertanian yang dilakukan Harita Nickel melalui Departemen CSR di Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Halsel, terus menunjukan hasil yang memuaskan.

Buktinya, program yang dipusatkan di perkebunan Akelamo dengan melibatkan belasan warga desa Kawasi itu tak henti-hentinya melakukan panen. Warga desa yang mengikuti program ini dibimbing secara intensif oleh tim CSR.

Selain melakukan penyuluhan terkait tata cara produksi pertanian, CSR Harita Nickel Division juga menyediakan seluruh sarana dan prasarana yang mendukung terhadap program ini seperti alat dan mesin pertanian (alsintan), lahan, bibit, pupuk, obat tanaman, hingga pendampingan pada proses penjualan komoditas hasil panen. Seluruhnya dilakukan untuk mempermudah pembelajaran dan terciptanya produksi yang menguntungkan bagi para anggota program ini.

Nafsia, warga Kawasi yang juga anggota PPM, menilai program ini telah membantu warga desa dalam memperluas wawasan terkait kegiatan pertanian dan mampu meningkatkan pendapatan. “Dengan adanya program ini pendapatan saya meningkat,” ungkapnya, Senin (24/6/).

Ia yang baru saja memanen beragam hasil kebun di Akelamo. B ini mengaku tidak banyak kendala selama menjalani program ini. “Hanya cuaca saja yang terkadang membatasi aktivitas di kebun,” ucap Nafsia yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Ora Et Labora binaan CSR Harita Nickel Division.

Sementara Staf CSR Divisi Community Development, Yohanis Baba menuturkan, jumlah panen per minggu beberapa komoditas di kebun ini antara lain 170 kilogram kangkung, 120 kilogram terung, 70 kilogram oyong dan 85 kilogram kacang panjang.

“Seluruh hasil panen dijual kepada perusaahn untuk keperluan konsumsi karyawan,” kaanya. Dijelaskan, PPM Pertanian dicanangkan sejak 2017 lalu namun ujicobanya baru mulai jalan setahun kemudian. Namun nyatanya tak perlu butuh waktu lama untuk melakukan panen perdana. Dimana, Tiga bulan pasca ujicoiba, para anggota telah mampu memanen hasil perkebunan mereka.

Menurut Foreman act supervisor CSR Divisi Community Development, Yuliawan Prasiska, PPM Pertanian cocok diterapkan di Kawasi untuk mengoptimalkan ASDA dan sumber daya manusia yang ada. “Pertanian, khususnya hortikultura, dapat menjadi lahan penghasilan utama maupun tambahan bagi warga Kawasi. Program pengembangan ini juga dapat menggairahkan sektor pertanian di Akelamo untuk terus berkembang, mengingat kebutuhan pangan terus meningkat,” ujar Yuliawan.

Ia juga mengatakan ke depannya lahan pertanian Akelamo bisa menjadi lokasi agrowisata yang potensial. Sebab Terdapat beragam jenis buah dan sayur lainnya yang dihasilkan dari PPM ini yang terus dikembangkan seiring dengan ekstensifikasi lahan.

Selain program pertanian berkelompok, CSR Divisi Community Develompent juga intens mengolah lahan pribadi para anggota kelompok untuk dimaksimalkan potensi budidayanya.(lfa/pur).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here