Halut

Awalnya Berupa Gubuk, Kini Sudah Berdiri Kokoh dengan Desain Minimalis

×

Awalnya Berupa Gubuk, Kini Sudah Berdiri Kokoh dengan Desain Minimalis

Sebarkan artikel ini
BEDAH RUMAH: Rumah Inggit Garnasi yang sudah selesai direhab.(foto: NHM for Harian Halmahera)

Bedah rumah warga kurang mampu di lingkar tambang akan menjadi program dari PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) di 2021. Namun, sebelumnya bedah rumah sudah dilakukan. Meski, bantuan itu sifatnya pribadi dari Presiden Direktur (Presdir) sekaligus pemilik PT NHM H Robert Nitiyudo Wachjo.

HARIANHALMAHERA.COM–INGGIT Garnasi yang biasa dipanggil Mama Owa, warga Desa Tiowor, Kecamatan Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara (Malut), tak bisa menyembunyikan wajah bahagianya. Dia sangat bergembira karena rumahnya yang semula gubuk, saat ini sudah menjadi rumah batu yang kokoh dan nyaman.

Mama Owa adalah seorang janda yang hidup dengan kedua anaknya. Mereka tinggal di sekitar daerah Kobok, yaitu salah satu area di Desa Tiowor. Kondisi rumah mereka dulunya hanya berbahan papan. Bentuknya pun mirip gubuk. Sangat tidak layak dan beresiko bagi kesehatan mereka.

Kepala Desa Tiowor, Iskandar Hi Karim mengatakan, renovasi rumah Mama Owa tersebut dibangun secara gotong royong oleh masyarakat Desa Tiowor dengan dana yang diberikan oleh Pak Haji Robert, sapaan umumnya bagi pemilik dan juga Presdir PT NHM yang mengelola tambang emas Gosowong di Halmahera Utara.

Menurut Iskandar yang juga Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Kao Teluk itu, masyarakat di Desa Tiowor juga sangat bergembira dan bersyukur dengan bantuan dari Haji Robert tersebut. “Pak Haji Robert mengingatkan kita betapa pentingnya bersedekah. Karena bersedekah seperti menanam sebiji yang akan tumbuh menjadi satu pohon dan pohon itu berbuah yang banyak,” katanya.

“Hakikat dari sedekah tidak pernah membuat kita kekurangan, karena sebiji yang kita punya ada hak orang lain yang harus kita keluarkan. Terima kasih yang sebesar-sebesarnya  saya ucapkan kepada Presdir PT NHM. Kehadiran Pak Haji Robert di Halut mengajarkan kita kebahagian sesungguhnya bukan berapa banyak harta yang kita miliki, tapi melihat kebahagiaan orang lain karena apa yang kita lakukan,” sambungnya.

“Syukur loci Pak Haji Robert. Kepedulian tulusmu adalah penawar atas pahitnya hidup masyarakat. Kepedulianmu mampu menopang punggung-punggung yang rapuh dan kelelahan,” kata Iskandar mengungkapkan kebahagiaannya sebagai pemimpin masyarakat dan sebagai Hamba Allah, tambahnya.

Diketahui, pembangunan rumah Mama Owa tersebut dimulai sejak 11 September 2020 dan selesai pada 1 Desember 2020. Dan saat ini Mama Owa dan kedua anaknya sudah bisa menempati rumah baru mereka itu.

Awalnya, rumah yang dihuni janda dua anak itu mendapat perhatian dari pemerintah desa setempat. Pemerintah dan warga setempat tak henti-hentinya menggalang dana untuk pembangunan rumah hingga membantu meringankan beban hidup sehari-hari mereka.

Saat berkesempatan bertemu H Robert, Kades Iskandar langsung menyampaikan kondisi salah satu warganya yang hidup serba keterbatasan. Pihak NHM pun merespon cepat. Rumah Mama Owa langsung dibantu.

Iskandar menuturkan, Inggit sudah sangat lama hidup menjanda dan tinggal di rumah tidak layak huni. Pekerjaan sehari-harinya hanya sebagai pengumpul besi bekas. Hasilnya dipakai untuk membeli kebutuhan hidup sehari-hari.

“Sebelum saya jadi kades, Ibu Inggit sudah hidup susah. Setelah 8 bulan jalankan tugas, saya pun turun cari tahu kehidupan masyarkat, dan saya temukan ibu Inggit. Mereka secara administrasi masuk penduduk Desa Tiowor, tetapi berdomisili di Dusun Kobok yang berdekatan dengan bandara milik PT. NHM,” katanya, September 2020 lalu.

BEDAH RUMAH: Rumah Inggit Garnasi sebelum direhab (foto: NHM for Harian Halmahera)

Awalnya, kata Iskandar, dirinya menggalang dana untuk membangun rumah Inggit lewat media sosial. Namun usaha tersebut belum berhasil. Hingga pada saat diundang oleh pemilik saham PT. NHM, Iskandar memanfatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan secara langsung soal kondisi Inggit pada pimpinan PT. NHM.

Sementara itu, Manajer Komunikasi PT NHM, Ramdani Sirait, ketika diminta tanggapannya tentang selesainya pembangunan rumah baru Mama Owa, mengatakan Pak H Robert tentunya sangat gembira bahwa rumah tersebut telah selesai dibangun dengan bagus, sehat dan layak huni.

Pak H Robert, lanjutnya, turut mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Tiowor dan masyarakat yang telah bergotong royong membangun rumah tersebut. “Ini adalah bantuan pribadi dari Pak Haji Robert sebagai ungkapan cinta dan kasih sayang Pak Haji Robert kepada masyarakat tidak mampu yang tinggal di lingkar tambang PTNHM,” kata Ramdani.

“Semoga program bedah rumah seperti ini dapat diteruskan untuk rumah-rumah penduduk lainnya di lingkar tambang yang sekarang tidak layak, menjadi layak huni,” kata Ramdani menambahkan.

Diketahui, sejak mayoritas saham PT NHM diambil alih oleh Indotan/PT Indotan Halmahera Bangkit dari Newcrest Mining Ltd pada awal tahun 2020, H Robert sebagai pemilik dan Presdir PT NHM menaruh perhatian sangat besar terhadap kesejahteraan masyarakat.

Banyak sekali bantuan yang telah diberikan untuk masyarakat. Baik bantuan melalui Departemen Kinerja Sosial PT NHM maupun bantuan pribadi yang diserahkan langsung kepada masyarakat. Program bedah rumah merupakan salah satu di antaranya. Program bedah rumah ini dilakukan setelah H Robert melihat langsung kehidupan masyarakat di lingkar tambang PT NHM.

Akhirnya, sebagaimana dikatakan Manager Departemen Kinerja Sosial PT NHM Hansed Pither Lasa saat berdiskusi dengan Harian Halmahera saat rapat akhir tahun, bahwa bedah rumah sudah masuk menjadi program PT NHM di 2021. “Untuk teknisnya memang masih sedang dimatangkan, namun akan dimulai tahun depan (2021),” kata Hansed.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *