HalutPT Nusa Halmahera Minerals

Rumah Adat “SASALU” Bantuan NHM Diresmikan

×

Rumah Adat “SASALU” Bantuan NHM Diresmikan

Sebarkan artikel ini
Peresmian rumah adat suku Pagu yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Halut yang diwakili Asisten III beberapa waktu lalu (Foto : NHM)

HARIANHALMAHERA.COM– rumah adat suku Pagu bernama “SASALU” yang merupakan program pengembangan dan pemerdayaan masyarakat (PPM) PT Nusa Halmahera Mineral (NHM) di bidang pelestarian adat dan budaya, akhirnya resmi ditempati yang ditandai dengan prosesi pengguntingan pita oleh Bupati Halut yang di wakili asisten III Setda Halut, Yudhihard Noya.

Dalam acara persemian yang berlangsung di Desa Gayok Kecamatan Malifut, selasa (15/2) itu juga tampak hadir manejer SP PT NHM, Hansed Piter Lassa, Ketua DPRD Halut, Janlis G. Kitong, Camat Malifut,  Irawan Mahmud, mewakili Dandramil Malifut, Serka. Hans Tubaru, mewakili Kapolsek Malifut, Kanit Sabhara. Bripka Fikri Turuy, Dandramil Kao, Kapten Inf. Muksin, Kapolsek Kao, Ipda. M. Faisal, mewakili kesultanan Ternate, Bahrun M. Jae, tiga adat dan warga lingkar tambang.

Fanyira adat Pagu, Yunus Ngece pun menyampaikan bahwa terwujudnya niat untuk membangun rumah adat ini tidak terlepas dari  dukungan dan partisipasi  bebagai pihak,  baik instansi pemerintah badan usaha maupun masyarakat luas.

“Terutama dari Presiden Direktur PT NHM, Bapak Hi Robert Nitiyudo Wachjo yang merupakan donatur tersebesar atas terwujudnya niat atau rencana ini,”katanya.

Fanyira menuturkan bahwa pembangunan rumah adat di lingkar tambang PT NHM ini baru pertama kali dilakukan perusahan NHM ditangan H Robert sehingga patut diberi apresiasi dan harus menjaga kemitraannya.

Kebersamaan adat lingkar tambang dan pemda Halut serta stakeholder lainnya

“Saya selaku Fanyira Pagu atas nama lembaga adat dan seluruh masyarakat adat suku Pagu menyampaikan ucapan terima kasih serta penghargaan yang setinggi tingginya kepada semua pihak yang telah mendukung kesuksesan rencana kegiatan pembangunan ini yaitu rumah adat dan kantor sekertarian adat pagu,”ujarnya.

Sementara mewakili Presidir sekaligus pemilik saham terbesar PT NHM, H. Robert Nitiyu Wachjo, yakni manajer Sosial Performance (SP) PT NHM, Hansed Piter Lassa yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada kesempatan peresmian rumah adat suku Pagu ini tentu merupakan satu momen yang  sangat berharga, yang mana dengan upaya kerja keras sehingga bisa terlaksana dengan baik rumah adat ini.

“Pada kesempatan ini saya dipercayakan oleh Presidir PT NHM untuk hadir dan mewakili menghadiri acara peresmian rumah adat suku Pagu. Tentunya, atas nama manajemen PT NHM menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensuport semua program sehingga bisa berjalan dengan lancar,”tuturnya.

Asisten III Setda Halut, Yudhihard Noya menambahkan, sebagai bangsa yang besar dan kaya akan budaya dan sumber daya alam maka patut bersyukur atas segala pemberian Tuhan yang maha kuasa.

“Sebagai masyarakat Halmahera Utara kita patut bangga sekaligus bersyukur karena daerah kita cintai ini dilimpahkan berkat yang melimpah oleh Tuhan dengan kekayaan dilaut dan didarat yang merupakan potensi sekaligus peluang bagi daerah ini untuk berkembang. Rumah adat ini merupakan simbol peradaban dan simbol kehidupan masyarakat adat dari masa ke masa, serta merupakan simbol ikatan untuk masyarakat adat,”tuturnya.

Senada disampaikan oleh  Ketua DPRD Halut  Janlis Kitong bahwa perkembangan di tingkar tambang PT NHM kian pesat baik di bidang infrastruktur, ekonomi dan social masyarakat yang mana semua itu tidak terlepas dari terobosan yang diberikan H. Robert Nitiyudo Wachjo selaku pemilik perusahan PT NHM.

“Kami benar benar bangga atas bantuan yang di berikan oleh Haji Robert. Perlu di ketuhui bahwa hanya budaya yang bisa menyatukan kita, sebagai lembaga di DPRD selalu membuka diri, dan juga  sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak sehingga bisa terlaksana dengan baik,”pungkasnya.

Sedangkang kesultanan Ternate yang di wakili, Bahrun M. Djae meminta pada empat Sangaji yang ada dilingkar tambang PT NHM harus bergandeng tangan harus untuk melestarikan nilai nilai budaya.

Prosesi peresmian sendiri telah berlangsung aman terkendali yang diakhiri dengan penandatanganan prasasti  rumah adat oleh Asisten III Yudhihard Noya yang di saksikan oleh empat sangaji.(dit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *