Dugaan Sementara Blooming Alga Penyebab Ratusan Ikan Mati

DLH Malut Uji Sampel Air Laut di Laboratorium Manado

0
1063
ILUSTRASI: Puluhan bahkan ratusan ikan mati mendadak di perairan Ternate dan Kabupaten Halsel beberapa waktu lalu. Tampak petugas mengumpulkan ikan yang mati .(Foto: Elfa/Harian Halmahera)

HARIANHALMAHERA.COM— Fenomena banyaknya ikan dan biota laut di perairan Ternate dan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), langsung disikapi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Malut. Sampel air di kedua lokasi di bawa ke Manado untuk uji laboratorium.

“Saat ini DLH Malut telah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan lapangan. Tim juga melakukan pengambilan sampel di beberapa titik dengan tingkat kedalaman yang berbeda pada sumber terdekat yang diduga menjadi penyebab kematian ikan dan biota laut lainnya,” kata Plt Kadis DLH Malut Fachruddin Tukuboya, Rabu (26/2).

Dengan melihat kematian ikan serta perubahan warna pada air, Fachruddin menduga penyebabbta blooming alga (ledakan alga). Dia menyebut, perubahan air menjadi warna merah bisa disebabkan oleh ledakan populasi alga merah.

“Alga ini menghasilkan pigmen merah yang bisa disebut juga dengan phycoerythrin,” ujarnya.

Menurutnya, perairan Malut merupakan perairan yang kaya akan sumber makanan ikan, seperti plankton yang jumlahnya cukup signifikan. Sehingga peristiwa blooming alga bisa saja terjadi di wilayah Malut.

“Peningkatan suhu di perairan akan memicu aktivitas metabolisme alga. Akibat dari meningkatnya metabolisme alga adalah reproduksi dan aktivitas pembelahan sel yang dilakukannya juga akan berlangsung lebih cepat,” urainya.

Selain itu, pembuangan limbah yang mengandung banyak fosfat ke perairan, seperti limbah detergen rumah tangga juga dapat menjadi faktor penyebab terjadinya blooming alga.

Ledakan jumlah fosfat di perairan akan memicu pertumbuhan dan perkembangan alga yang sangat pesat dan tentu akan sangat merugikan berbagai hewan dan tumbuhan air yang hidup di dalam perairan tersebut.

“Jumlah populasi alga yang siginifikan juga bisa mengakibatkan penurunan kadar oksigen yang dibutuhkan biota laut lainnya,” terangnya.

Fachruddin meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terlalu panik, mengingat saat ini pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa fenomena ini tidak berakibat dan berdampak negatif pada masyarakat.

“Hanya saja perlu kami imbau, agar ikan yang ditemukan mati tanpa diketahui penyebabnya, tidak dikonsumsi. Jika ikan yang diperoleh dari hasil tangkapan nelayan dan tidak pada daerah terdampak langsung bisa dikonsumsi,” ungkapnya.

Fachruddin mengaku, sampai saat ini belum ditemukan cara efektif yang dapat menangani permasalahan blooming alga. Masyarakat yang peduli terhadap lingkungan juga dapat melakukan hal-hal kecil yang dapat mencegah terjadinya blooming alga.

“Salah satunya dengan menggunakan berbagai jenis detergen atau sabun yang bebas mengandung fosfat. Dengan begitu jumlah fosfat di perairan akan semakin berkurang, sehingga peristiwa blooming alga dapat dihindari,”tandasnya (lfa/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here