Aksi 11 April, Tuntut Kadishub-Kadisperindag Dicopot

0
287
Aksi Sejumlah elemen masyarakat di Kab. Halmahera Utara (Foto : Istimewa)

HARIANHALMAHERA.COM–Aksi unjuk rasa (unras) serentak secara nasional 11 april 2022 untuk kritisi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan sembilan bahan pokok (sembako) itu juga dilakukan sejumlah organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam forum Berjuang Bersama Masyarakat (BBM) di Kabupaten Halmahera Utara. Demonstrasi yang berlangsung di depan kantor Bupati Halut itu diwarnai pembakaran ban bekas hingga nyaris ricuh lantaran dipicu adu mulut antara masa aksi dan petugas aparat keamanan dari Satpol.

Namun, aksi tersebut kembali berjalan lancar dan aman setelah dilaksanakan hearing hingga akhirnya masa pun membubarkan diri. “Sejujurnya kenaikan harga BBM telah mengancam sirkulasi ekonomi masyarakat di Indonesia terlebih juga di Halmahera Utara olehnya itu wajib turunkan harga BBM, karena membuat masyarakat makin menderita,” kata Wilson Musa, orator aksi.

Rivaldo Djini selaku jendral lapangan BBM Halut juga menyampaikan bahwa dampak dari kenaikan BBM tidak hanya pada sembako tetapi memicu tarif transportasi angkutan penumpang umum seperti becak motor (bentor), ojek maupun mobil lintas. “Apalagi saat ini momentum bulan Puasa dan menjelang Paskah bagi Umat Nasrani, kalau BBM dan Semabko naik tentunya sangat menekan masyarakat yang menjalani momentum keagaman,”ujarnya.

Tuntutan aksi ini menurutnya, sama seperti aksi di daerah lain yang digelar serentak, yaitu mendesak pada Pemerintah Pusat melalui Pemkab Halut membatalkan kenaikan harga BBM dan turunkan harga sembako serta tertibkan tarif angkutan umum yang naikan tarif secara sepihak.

Selain membawa aspirias nasional, masa aksi yang sempat melakukan hearing dengan Pemkab Halut itu meminta mengevaluasi pelayanan SPBU dan mendesak secepat mungkin ambil tindakan pencopotan terhadap Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Halut. “kenaikan tarif transportasi sepihak dan melonjaknya harga sembako ini telah menunjukan lemahnya Dishub dan Diseperidag dalam mengatasi masalah tersebut sehingga itu kami minta Bupati harus evaluasi mereka berdua,”tandas masa aksi.(tr-05/san)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here