Legislator Sebut BBM Langka Akibat Buruknya Administrasi

0
291
ILUSTRASI antrean panjang kendaraan di SPBU beberapa waktu lalu. (foto: Faisal/Harian Halmahera)

HARIANHALMAHERA.COM–Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi Maluku Utara (Malut), termasuk Kabupaten Halmahera Utara (Halut). Sudah hampir sepekan antrean panjang kendaraan di SPBU masih terlihat. Kondisi ini mendapat sorotan dari DPRD Halut.

Ketua DPRD Halut Janlis Kitong menyebutkan, kelangkaan BBM khususnya jenis Pertalite yang terjadi belakangan ini selain disebabkan cuaca juga akibat buruknya administrasi. “Kami melihat manajemen yang amburadul karena ini hampir setiap saat terjadi. Mestinya SPBU sudah harus punya langkah ikhtiar,” ujarnya, Minggu (14/11).

Janlis menyebut, jika ada yang mau berbisnis maka jangan mengorbankan orang banyak. Apalagi orang mempunyai alat transportasi, contoh motor dan mobil sulit memperoleh BBM, pihak SPBU jangan nakal berbisnis BBM.

Dia berharap pihak yang memiliki kewenangan seperti Satpol-PP ataupun pihak kepolisian dapat mengawasi, sehingga jika ada antrian panjang maka jerigen jangan dulu dilayani. “Perlu ada pengawasan dari pihak Kepolisian sehingga tidak terjadi kelangkaan BBM,” ucapnya.

Janlis juga mengakui pelayanan Jerigen dilakukan untuk kepentingan dibawa ke pelosok yang belum dijangkau. Namun perlu ada penataan dengan baik, sehingga tidak mengganggu bagi orang lain yang sedang mengantri. “Minimal ada kekosongan barulah galon dilayani. Sehingga tidak terjadi antri panjang. Jika sudah tidak ada lagi kendaraan yang mengantri baru dilayani pengecer,” jelasnya.

Jika kekosongan BBM ini sampai pada Desember, Janlis mengkhawatirkan kondisi akan lebih parah lagi. Alasannya banyak masyarakat yang punya kebutuhan. Karena itu dia meminta pihak Pertamina dengan SPBU harus punya strategi yang matang, sehingga pada saat Natal nanti tidak terjadi kelangkaan BBM.

“Pertamina dan SPBU sudah harus punya strategi yang matang untuk memiliki stok BBM yang banyak. Karena sudah dekat menjelang Natal, jika kedepannya seperti ini harus dilakukan evaluasi di semua SPBU,” tuturnya.(cw/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here