Kolom

Kenali Gejala Demam Berdarah

×

Kenali Gejala Demam Berdarah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Nyamuk DBD (Foto : Net)

Oleh: Desyana Millenia Limeranto

Mahasiswa Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

 

 

 

DEMAM berdarah dengue atau biasa disebut DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Virus ini biasanya masuk ke dalam tubuh manusia melalui perantara nyamuk dengan jenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Penyakit ini dapat menyerang semua golongan umur, tetapi lebih banyak menyerang ke anak-anak daripada orang dewasa. Penularan nyamuk ini biasanya tersebar luas di pemukiman penduduk atau di tempat umum lainnya terutama musim penghujan yang ada di wilayah Indonesia, sehingga sampai saat ini kejadian demam berdarah dengue (DBD) serta risiko penyakit ini masih tergolong tinggi.

Hal ini menyebabkan pada beberapa daerah hampir setiap tahun terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) dan menjadi masalah kesehatan yang endemis. Sampai saat ini, demam berdarah masih menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat dan memiliki potensi penularan bahkan dapat menimbulkan kejadian luar biasa (KLB).

Belum ditemukan vaksin atau obat antivirus untuk penyakit ini sehingga sangat diperlukan untuk mengenali gejala demam berdarah serta cara pencegahan agar dapat mengontrol keberadaan serta menghindari vektor pembawa virus dengue yaitu nyamuk Aedes aegypti.

Gejala demam berdarah pada umumnya timbul 4-7 hari sejak gigitan nyamuk dan dapat berlangsung kurang lebih selama 10 hari. Selain itu, adapun beberapa gejala demam berdarah yang timbul seperti demam tinggi mencapai 40°C, nyeri berat pada kepala, sendi, otot, tulang dan bagian belakang mata, nafsu makan menurun, merasa mual dan muntah, serta munculnya ruam kemerahan pada kulit sekitar 2-5 hari setelah demam.

Demam berdarah dengue (DBD) juga dapat berubah menjadi kondisi yang mematikan yang disebabkan oleh tanda dari gejala klinis seperti demam yang tinggi, manifestasi perdarahan, hepatomegali dan tanda-tanda kegagalan sirkulasi sampai timbulnya renjatan akibat kebocoran plasma sehingga jika tidak adanya penanganan yang tepat dan terlambat dapat menimbulkan kematian.

Berikut cara yang dilakukan untuk pemberantas sarang nyamuk (PSN) berdasarkan kementerian kesehatan yang dianggap efektif dalam pengendalian nyamuk yaitu program 3M (menguras, menutup dan mengubur), mengganti atau membersihkan air di tempat yang tergenang, memelihara ikan cupang untuk memakan jentik nyamuk, menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air, menggunakan obat nyamuk, lotion anti nyamuk serta selalu menjaga kebersihan rumah.

Untuk itu dilakukan pencegahan sedini mungkin karena ada pepatah yang mengatakan bahwa “mencegah lebih daripada mengobati”, maka diperlukan adanya kerja sama antar masyarakat sehingga hidup sehat dapat dinikmati bersama dan membuat lingkungan aman serta bebas dari bahaya risiko.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *