Ternate

Kembalikan Kejayaan Rempah Malut Lewat Gosora

×

Kembalikan Kejayaan Rempah Malut Lewat Gosora

Sebarkan artikel ini
Para petani cengkeh di Kelurahan Jambula menjemur cengkeh dibawah panas matahari

HARIANHALMAHERA.COM–Dinas Pertanian (Distan) Maluku Utara (Malut) dibawah nakhoda M Rizal Ismail punya tekad ingin mengangkat kembali kejayaan Malut di mata dunia yang terkenal lewat komoditas rempah-rempah.

Untuk weujudkan itu, Distan pun membuat terobosan yang dikenal program GOSORA (Gerakan Orientasi Ekspor Untuk Rakyat Sejahtera). Program ini dalam rangka meningkatkan mutu komoditas pertanian untuk kepentingan ekspor ke Eropa

Rizal mengatakan, program tersebut difokuskan pada tiga komoditas utama yakni pala, kelapa, dan cengkeh “Untuk mensejahterakan Maluku Utara 2024 sesuai visi misi gubernur, maka pilihan kami adalah komoditi itu. Karena sebagian orang, semuanya mulai dari orang tua kita itu bertahan hidup mulai dari pala, kelapa dan cengkeh,” katanya Minggu (13/9).

Program ini juga meningkatkan produksi dan nilai tambah ketiga komoditi andalan Malut ini. Sebab, 27 persen PDRB berasal dari sektor pertanian. Sektor ini juga menyerap 49 persen tenaga kerja di Malut.

Program Gososa ini sudah masuk pada penandatangan nota kesepahaman dengan  ekspotir yang dan dihadiri Kepala Distan se Malut , Sabtu (13/9) akhir pekan lalu.

Di Tahun ini, masih melakukan pendampingan kepada petani pala untuk meningkatkan SDM agar bisa mengetahui cara menanam dan merawat pala sehingga kualitas dan mutu pala bisa punya daya saing. “Karena orang tua kita sejauh ini hanya tanam saja tapi tidak merawat,” tuturnya.

Jika pendapingan bisa dilaksanakan dengan baik maka mutu dan kualitas pala di masuk kelas I bukan kelas II lagi. Selain kualitas, dari sisi kuanitas, untuk bisa ekspir dibutuhkan minimal 50 kontainer sesuai permintaan Bea dan Cukai.

“Kalau di hitung pala dalam satu bulan sudah menyediakan 30 kontainer, apalagi kelapa dan cengkeh. Saya yakin bisa mencapai 50 kontainer untuk melakukan ekspor. Tinggal saja benahi mutunya saja” katanya.

Dia mengatakan, dengan kondisi harga ketiga komoditas saat ini yang tidak menentu, maka satu-satunya solusi untuk menaikan harga jual yakni dengan ekspor. Mengingat di Eropa rata-rata harga komidtas cukup tinggi. Pala saja, mencapai Rp 120 Ribu. “Kami mau itu, maka kami harus ekspor,” tukasnya.(lfa/pur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *