Inilah Drone ‘Pembunuh’ Jenderal Iran

0
342
CANGGIH: Inilah drone yang menjadi pemicu panasnya hubungan Iran dan AS. (foto: moddb.com)

HARIANHALMAHERA.COM–IRAN dan Amerika Serikat (AS) tengah bersitegang. Bahkan, banyak yang prediksi kedua negara akan berperang. Situasi panas ini disebabkan sebuah drone. Pesawat tanpa awak jenis Northrop Grumman RQ-4 Global Hawk milik militer AS yang.

Drone Northrop Grumman RQ-4 Global Hawk ini, sebagaimana dilansir CNNIndonesia.com, sejatinya difungsikan untuk pengawasan di laut dan mengumpulkan informasi. Memiliki lebar sayap 130 kaki atau sekitar 39 meter, serupa jet penumpang Boeing 737.

Dilansir TIME, drone ini dapat terbang hingga ketinggian sekitar 182 meter, dua kali lebih tinggi dibanding pesawat komersial. Dikutip Military, awalnya Northrop Grumman RQ-4 Global Hawk digunakan untuk Demontrasi Teknologi Konsep Canggih tahun 1995.

Saat itu peragaan Global Hawk dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada para panglima perang terkait evolusi ISR yang dapat menjangkau area pengintaian yang lebih luas.

Northrop Grumman RQ-4 Global Hawk saat ini dioperasikan oleh Skuadron Pengintaian ke-12 di Pangkalan Udara Beale, California, Amerika dan 348 RG di Grand Forks AFB.

Menyoal asal-usul nomor registrasi drone RQ-4, “R” ditujukan kepada Departemen Pertahanan khusus pengintaian, “Q” artinya sistem pesawat tak berawak. Sedangkan “4” mengacu pada serangkaian sistem pesawat terbang yang diuji coba dari jarak jauh.

Sementara huruf “E” menggambarkan konfigurasi komunikasi pesawat yang dilengkapi BACN (Battlefield Airborne Communications Node) atau relay komunikasi udara dan sistem gateway yang diperuntukan untuk pesawat tanpa awak.

Drone diterbangkan oleh Launch Recovery Element (LRE) dan Mission Control Element (MCE). Khusus MCE, elemen ini digunakan untuk misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR).

Secara umum, Northrop Grumman RQ-4 Global Hawk mampu terbang dengan kecepatan  650 km/jam. Sesuai fungsinya, drone ini mampu memetakan luas wilayah pantauan sekira 22 ribu km persegi dan memiliki durasi lama terbang mencapai        30 jam dengan ketinggian 182 meter.

Drone yang sudah dilengkapi sensor dan peralatan inframerah, termal, radar, dan pencitraan elektro-optik ini, harga per unitnya lebih dari US$176 juta atau sekitar Rp2,4 triliun (US$1 = Rp13,896).

Saat ini, Global Hawk sudah mendukung angkatan militer sekutu AS seperti Australia, Kanada, Jepang, dan Korea Selatan, seperti ditulis Military Factory.(cnn/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here